Kupang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyoroti pentingnya pengaktifan kembali Kantor Operasional Bank NTT di Surabaya sebagai langkah strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan layanan keuangan bagi masyarakat.
Ketua Komisi III DPRD NTT, Yohanes De Rosari, menegaskan bahwa reaktivasi kantor cabang tersebut harus disertai dengan inovasi dan strategi yang matang. Menurutnya, keberadaan Kantor Cabang Surabaya sangat penting dalam memperluas jangkauan layanan perbankan, khususnya bagi diaspora NTT yang berdomisili di Jawa Timur.
“Untuk menjawab harapan masyarakat, kami meminta agar diciptakan sejumlah inovasi sehingga Kantor Cabang Bank NTT Surabaya bisa eksis kembali. Prinsipnya, kita harus menyatukan langkah bersama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Yohanes dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (11/3/2025).
Yohanes menekankan bahwa keberlanjutan Bank NTT sangat bergantung pada soliditas internal dan kerja sama yang erat dengan berbagai pihak. Salah satu strategi utama adalah memperkuat kolaborasi dengan Bank Jatim sebagai bank induk dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB).
“Bank Jatim sebagai bank induk KUB tentunya menjamin Bank NTT. Penyertaan modal sebesar Rp50-100 miliar bukan menjadi kendala untuk memenuhi kriteria modal inti minimum,” jelasnya.
Selain itu, DPRD NTT juga mendorong sinergi antara Bank NTT dengan para bupati dan wali kota di seluruh NTT untuk menambah penyertaan modal. Jika setiap pemerintah kabupaten/kota menyetor Rp5 miliar per tahun, serta ditambah dengan kontribusi Pemerintah Provinsi NTT sebesar Rp30 miliar sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda), maka dalam lima tahun ke depan modal inti Bank NTT dapat terpenuhi.
Salah satu tantangan utama dalam mewujudkan reaktivasi Kantor Cabang Surabaya adalah pemenuhan modal inti minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Saat ini, Bank NTT masih kekurangan Rp 595 miliar untuk memenuhi standar yang berlaku.
DPRD NTT menilai bahwa penambahan modal ini harus menjadi prioritas agar Bank NTT tetap kompetitif dan tidak mengalami kendala dalam ekspansi usahanya. Yohanes De Rosari berharap pemerintah daerah dan pemegang saham dapat berkomitmen penuh dalam mendukung penguatan permodalan Bank NTT.
“Kerja sama antarsemua pihak harus ditingkatkan, baik internal Bank NTT maupun dengan pemegang saham. Jika modal inti minimum bisa terpenuhi, maka Bank NTT akan semakin kuat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah,” tambahnya.
Kantor Operasional Bank NTT di Surabaya sebelumnya memainkan peran penting dalam memfasilitasi layanan perbankan bagi masyarakat NTT yang berdomisili di Jawa Timur dan sekitarnya. Dengan diaktifkannya kembali kantor cabang ini, diharapkan transaksi keuangan, terutama yang berkaitan dengan remitansi dan pinjaman usaha, dapat berjalan lebih efektif.
Dukungan dari DPRD NTT ini menunjukkan komitmen serius dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor perbankan. Jika rencana ini berhasil direalisasikan, Bank NTT tidak hanya akan memperluas jaringan layanannya, tetapi juga semakin berkontribusi dalam penguatan ekonomi di wilayah NTT dan nasional.
Dengan adanya kerja sama yang solid antara Bank NTT, Bank Jatim, serta pemerintah daerah, harapan untuk melihat Kantor Cabang Surabaya kembali beroperasi semakin terbuka lebar. Masyarakat kini menanti langkah konkret dari para pemangku kepentingan untuk merealisasikan rencana strategis ini. ***

Tinggalkan Balasan