Kupang,– Derita warga Amfoang kembali terulang! Jembatan Termanu, yang baru dibangun kembali pada 2022 setelah hancur diterjang banjir tahun 2020, kini ambruk lagi dihantam banjir bandang. Akibatnya, ribuan warga di Kecamatan Amfoang Barat Daya dan Amfoang Barat Laut kini terisolir total tanpa akses transportasi.
Jembatan yang menjadi urat nadi utama penghubung empat kecamatan ini roboh pada Jumat, 31 Januari 2025, sekitar pukul 17.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur kawasan itu sejak Kamis malam. Anton Noel, warga Desa Manubelon, melaporkan bahwa arus deras Sungai Termanu menghancurkan pondasi jembatan, menyebabkan konstruksi yang baru dua tahun berdiri itu tak berdaya menghadapi amukan alam.
“Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Jembatan putus, Sungai Kapsali tidak bisa dilalui kendaraan roda dua dan empat. Kami harus transit dua kali, belum lagi dua sungai besar menuju Soliu dan Naikliu,” keluh Anton.
Kini, jalur pantura Amfoang lumpuh total! Warga harus mempertaruhkan nyawa menyeberangi sungai yang meluap jika ingin keluar dari wilayah tersebut. Bahan makanan terancam langka, akses kesehatan sulit, dan aktivitas ekonomi mati suri.
Tak hanya itu, listrik padam total! Beberapa tiang listrik tumbang diterjang banjir, sementara jaringan telekomunikasi juga ikut terganggu. Situasi ini semakin memperparah kondisi masyarakat yang kini terjebak dalam keterisolasian.
“Kami hanya bisa pasrah. Kami butuh perhatian segera dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat. Jangan biarkan kami berjuang sendiri dalam kondisi seperti ini!” tegas Anton.
Yang jadi pertanyaan besar: Kenapa jembatan yang baru dibangun 2022 bisa ambruk dalam waktu singkat? Apakah konstruksinya memang tidak kuat atau ada kesalahan dalam perencanaannya?
Warga kini menuntut pemerintah untuk tidak sekadar membangun ulang, tetapi memastikan kualitas konstruksi yang lebih kuat dan tahan bencana. Tanpa langkah konkret dan solusi permanen, Amfoang akan terus terisolir setiap musim hujan tiba!
Kini, semua mata tertuju pada pemerintah! Akankah ada tindakan cepat atau lagi-lagi hanya janji tanpa realisasi? Amfoang menunggu jawaban!

Tinggalkan Balasan