Kupang,– Fakta tak bisa dibantah: Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menempati posisi tertinggi dalam kategori Indikator Kinerja Utama Layanan Prima tingkat universitas.
Penghargaan ini bukan sekadar simbolis, tetapi bukti konkret bahwa FKM Undana adalah pionir dalam dunia akademik dan kolaborasi strategis.
Penghargaan prestisius ini diberikan langsung oleh Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc., kepada Prof. Dr. Apris Adu, S.Km., M.Kes., Dekan FKM Undana, dalam Rapat Tinjauan Manajemen di Grand Mercure, Solo, Jumat (31/1/2025). Fakta berbicara, FKM Undana unggul atas sembilan fakultas lainnya di Undana.
Strategi Cerdas, Eksekusi Tajam
FKM Undana tak hanya mencetak prestasi akademik, tetapi juga membangun jejaring strategis dengan berbagai pihak. Tiga faktor utama menjadi kunci keberhasilannya:
1. Kinerja Dosen Tanpa Batas
Para akademisi FKM tidak sekadar mengajar di kelas, mereka terjun langsung ke lapangan, melebihi 100 persen target kegiatan di luar kampus. Hasilnya? Reputasi FKM Undana semakin kokoh sebagai lembaga yang tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menggerakkan perubahan di masyarakat.
2. Kolaborasi Besar dengan Pemangku Kepentingan
FKM Undana menjalin kerja sama kuat dengan berbagai pemerintah daerah di NTT serta institusi kesehatan nasional dan internasional. Kepercayaan terhadap FKM Undana bahkan berlanjut hingga 2025, menandakan kredibilitas yang tak tergoyahkan.
3. Pendapatan Non-Akademik Fantastis
FKM Undana tak hanya bergantung pada dana pendidikan. Dengan strategi pengelolaan yang cerdas, mereka berhasil mengantongi Rp 1,7 miliar dari kerja sama eksternal. Fakta ini menjadikan FKM sebagai fakultas dengan performa finansial terbaik di Undana.
Kesuksesan ini bukan akhir, melainkan awal dari ekspansi yang lebih besar. Tahun 2025, FKM Undana mendapat mandat langsung dari Kementerian Kesehatan untuk mengelola Puskesmas di empat wilayah strategis: Alor, Sumba Barat, Sumba Timur, dan Flores Timur. Selain itu, kerja sama dengan donor internasional seperti Dewan Gereja Amerika (MNC) dan AUSAID akan terus diperkuat.
Dekan FKM Undana, Prof. Apris Adu, dengan penuh optimisme menyatakan, “Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa FKM Undana adalah pelopor inovasi di dunia kesehatan masyarakat. Kami siap melangkah lebih jauh, lebih kuat, dan lebih berdampak.”
Prof. Apris Adu, juga menegaskan, “Kami tak ingin hanya jadi yang terbaik di Undana. Kami ingin Undana dikenal di Indonesia, bahkan dunia. Dan FKM-lah yang akan membuka jalan itu!”
FKM Undana telah membuktikan diri sebagai pusat unggulan dalam pendidikan kesehatan masyarakat. Dengan strategi yang tajam dan komitmen tanpa kompromi, mereka bukan sekadar pemain, tetapi pemimpin di kancah akademik dan pelayanan kesehatan.
FKM Undana: Dari Kupang untuk Indonesia, Mendunia!( Arnold).

Tinggalkan Balasan