Kolaborasi BBWS NT II Wujudkan Kota Kupang yang Hijau: Pembersihan Sungai Sambut Musim Hujan dengan Kesiapsiagaan

Kupang,– Dalam upaya menjaga kelestarian ekosistem dan memastikan kehidupan kota Kupang yang indah, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II meluncurkan program “Sungai Bersih untuk Keberlanjutan Ekosistem dan Kehidupan Kota Kupang.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dengan fokus utama pada pembersihan sungai-sungai utama di wilayah kota Kupang, khususnya di Kelurahan Oesapa.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai NT II, Parlinggoman Simanungkalit, menegaskan bahwa pembersihan sungai bukan sekadar menghilangkan sampah, tetapi juga pemulihan kapasitas tampung sungai guna mengantisipasi limpasan air hujan selama musim penghujan mendatang. “Kami ingin memastikan sungai kita mampu menampung air dengan baik sehingga bencana banjir dan kerusakan yang merugikan masyarakat dapat diminimalisir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Parlinggoman menjelaskan bahwa program ini juga menjadi langkah awal dalam proses survei dan studi desain yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan fisik untuk pengelolaan sungai yang lebih baik.

Meski realisasinya mungkin belum tampak dalam satu atau dua tahun, kehadiran program ini memastikan tekad kuat pemerintah untuk memberikan perlindungan sekaligus merespons kebutuhan masyarakat setempat.
Empat sungai utama di Kupang yakni kali dendeng, kali merdeka, kali kena, dan kali kenapa menjadi fokus pembersihan secara simultan. Kegiatan ini diinisiasi sebagai gerakan pencanangan yang akan didukung oleh berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta aparat keamanan seperti Babinsa TNI AD. Sinergi ini menegaskan komitmen kolaboratif antara BBWS NT II dan Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga keandalan infrastruktur sungai dan ruang terbuka hijau.

Kasatker OP dan SDA BWS NT II, Nahason Harianja, menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pemeliharaan rutin yang sudah berlangsung sejak semester pertama tahun ini, menyasar sungai perkotaan guna memastikan kesinambungan perawatan dan kesiapsiagaan bencana.

Tahun depan, fokus akan diperluas pada pembersihan drainase, memperkuat sistem pengelolaan air di Kota Kupang.

Pencanangan program ini dilakukan di pantai Paradiso Kelurahan Oesapa, di hadapan berbagai stakeholder, sebagai bentuk wujud nyata kehadiran pemerintah yang kolaboratif dan responsif terhadap kebutuhan lingkungan dan masyarakat.

Harianja menegaskan banyak rumah- rumah jangankan sampah tetapi wc di arahkan ke Sungai, itu harus di tertibkan oleh pemkot.

Nahason menjelaskan, bahwa sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan BBWS NT II melakukan audensi dengan wali kota Kupang.

Ia menambahkan minggu depan ada MoU bersama Kantan Kota Kupang dalam rangka Penetapan batas Spadan minggu depan.

Hadir mendampingi Kepala Balai, Kasubag TU, Kris Lake, Kasatker Bendungan I BBWS NT II Frengki Welkis,

Program “Sungai Bersih” bukan sekedar pembersihan fisik, melainkan langkah strategis demi ketahanan lingkungan dan kesejahteraan warga Kupang ke depan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *