Kupang, – Sebuah langkah berani dan inspiratif kembali ditorehkan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur. Melalui Kadin Institute, Kadin NTT menggandeng Edinburgh International College (EIC) dari Australia untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi generasi muda NTT yang ingin menempuh pendidikan dan bekerja di negeri kanguru.
Bertempat di Kantor Dewan Perwakilan Daerah NTT, kegiatan sosialisasi program kerja sama ini berlangsung dengan semangat penuh harapan. Program ini ditujukan bagi warga berusia 18 hingga 35 tahun—baik lulusan SMA/SMK, mahasiswa, maupun masyarakat umum—yang memiliki cita-cita menembus pasar tenaga kerja internasional, khususnya Australia.
Langkah Nyata, Peluang Nyata
Program ini bukan isapan jempol belaka. Sebelumnya, Kadin Institute telah sukses mengirimkan belasan anak muda NTT ke Jerman melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan Eropa Timur. Inisiatif tersebut kini berkembang lebih luas, merambah Australia sebagai destinasi baru melalui kolaborasi strategis dengan EIC.
“Ini bukan sekadar program, ini adalah gerakan. Gerakan untuk membawa pemuda-pemudi NTT menembus batas, menjangkau dunia,” tegas Semuel Littik, Ketua Kadin Institute sekaligus Koordinator Bidang SDM Kadin NTT.
Keberhasilan terlaksananya kegiatan ini tidak lepas dari peran sentral Ketua Kadin NTT, Bobby Liyanto. Berkat visinya yang jauh ke depan, Kadin NTT mampu membuka jalur kerja sama internasional yang konkret dan menjanjikan.
Mr. Deval Dineshbhai Nirmal, CEO Edinburgh International College, menyampaikan penghargaan yang tinggi.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Bobby Liyanto. Tanpa inisiatif dan komitmen beliau, kami tidak akan hadir di sini hari ini,” ucap Deval penuh apresiasi.
Investasi Masa Depan
Program ini merupakan bentuk sosialisasi awal bagi peserta yang akan mengikuti kursus Bahasa Inggris intensif selama enam bulan di Kupang. Biaya pelatihan yang dikenakan sebesar Rp20 juta. Lulusan yang berhasil menyelesaikan pelatihan dan memenuhi kriteria akan diberikan visa kerja resmi ke Australia—sebuah kesempatan emas yang selama ini hanya bisa diimpikan.
Edward Armstrong, seorang dosen sekaligus penghubung program ini, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata investasi pada sumber daya manusia Indonesia, khususnya NTT. “Kita ingin anak muda Kupang tidak hanya bermimpi, tetapi melangkah ke panggung global,” ujarnya.
Menjawab Tantangan dan Mimpi
Ketua Kadin NTT, Bobby Liyanto, menyampaikan bahwa program ini adalah bentuk jawaban atas keresahan selama ini terkait tenaga kerja Indonesia yang bekerja ke luar negeri secara ilegal.
“Melalui jalur resmi dan pelatihan yang terarah, kita ingin menciptakan tenaga kerja terampil dan legal yang bisa membanggakan Indonesia,” ujarnya.
Kupang Siap Go International
Ini adalah kunjungan kedua pihak EIC ke Kupang setelah sebelumnya hadir pada Februari lalu. Kehadiran mereka bukan sekadar seremoni, tapi bukti komitmen mendalam untuk membangun jembatan antara NTT dan dunia internasional.
Dengan semangat “Mari Kita Kerja” (Markija), Kadin NTT terus menunjukkan bahwa dari Kupang, mimpi besar bisa dilahirkan dan diwujudkan. Kupang bukan hanya halaman belakang Indonesia, tetapi menjadi gerbang menuju dunia.
NTT kini bukan sekadar menunggu perubahan. Bersama Kadin, NTT melangkah, mencipta, dan memimpin perubahan itu sendiri.( Arnold).

Tinggalkan Balasan