Mencari Cahaya di Balik Bayang-Bayang Penyakit: “Kisah YBKM dan Para Pejuang Kehidupan”

Kupang, – Malam Jumat, 8 Maret 2025, suasana di Yayasan Berbagi Kasih Mulia (YBKM) terasa hening namun sarat makna. Di ruangan sederhana itu, empat relawan muda – dua pria dan dua wanita – berkumpul bersama Erna Manafe, pendiri YBKM yang berasal dari Rote Ndao. Wajah-wajah mereka lelah, namun mata mereka berbinar dengan semangat yang tak padam. Mereka sedang bergumul dengan beban yang berat: empat pasien yang membutuhkan penanganan medis serius, masing-masing dengan kisah pilu yang berbeda.

Bayangan penyakit membayangi mereka seperti awan gelap. Ada seorang anak yang menderita atresia ani, lubang anus yang tak pernah terbentuk, sebuah kondisi yang membutuhkan operasi besar. Di sebelahnya, anak lain berjuang melawan kelainan jantung yang menyayat usus besarnya, membuat perutnya kembung karena gas dan feses yang tertahan – sebuah penderitaan yang tak terbayangkan bagi anak seusianya.

Dua pasien dewasa, yang menumpang di rumah singgah YBKM menunggu perawatan yang tak kunjung tiba. Kondisi mereka, seperti kapal yang terombang-ambing di tengah badai, menuntut kesabaran dan ketabahan luar biasa. Sementara itu, seorang pasien lain, Gita Sopaba (31), berjuang melawan kanker stadium satu, sebuah penyakit yang seperti monster yang perlahan menggerogoti tubuhnya, meskipun operasi telah dilakukan. Kisahnya, bagai sebuah lilin yang hampir padam, tetapi masih menyala dengan harapan akan kesembuhan.

Satu dari lima pasien ini harus segera mendapatkan penanganan di Jakarta, sebuah perjalanan panjang dan penuh tantangan. Orang tuanya, yang hanya mampu berharap dan berdoa, menyerahkan segalanya kepada Tuhan dan para relawan YBKM. Mereka adalah keluarga yang terhimpit beban ekonomi, bagaikan perahu kecil yang diterjang gelombang badai kehidupan.

Di tengah keterbatasan, para relawan YBKM bagaikan lentera kecil yang menerangi kegelapan, terus berjuang. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang dengan ikhlas mencurahkan tenaga dan waktu untuk meringankan beban penderitaan sesama.

Kisah mereka, sebuah sindiran bagi kita yang seringkali lalai terhadap sesama, mengugah hati dan mengajak kita untuk lebih peka terhadap penderitaan di sekitar kita. Semoga kisah mereka menginspirasi kita untuk berbagi kasih dan membantu mereka yang membutuhkan.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *