“Mimpi Anak Bangsa Terkubur di Bawah Reruntuhan Sekolah!”

KUPANG – Sebuah tragedi nyaris merenggut keselamatan anak-anak kita! Plafon ruang kelas 1 SDI Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, tiba-tiba ambruk pada Kamis, 16 Januari 2025, pukul 09.00 WITA. Saat kejadian, 24 siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) berhamburan keluar dalam kepanikan untuk menyelamatkan diri.

“Saat itu semua sedang belajar, tiba-tiba plafon roboh begitu saja,” ungkap Laurensius Leu, salah satu guru di sekolah tersebut. “Anak-anak lari ketakutan, ruangan penuh puing-puing. Untung mereka tidak terluka, tapi trauma pasti ada.”

Dalam hitungan detik, kelas berubah menjadi medan puing. Meja dan kursi tertindih material plafon yang hancur. Tidak hanya siswa kelas 1 yang terguncang, suasana panik menjalar ke kelas-kelas lain. Guru dan murid bergegas meninggalkan ruangan, takut insiden serupa terjadi lagi.

Ironisnya, hingga siang hari, material runtuhan belum dibersihkan. Pihak sekolah tampak kewalahan, sementara suasana sekolah lengang sejak pukul 11.16 WITA.

Fasilitas Pendidikan yang Mengancam Jiwa
Kejadian ini mengundang pertanyaan besar: di mana tanggung jawab atas keselamatan anak-anak ini? Jika plafon bisa runtuh tanpa peringatan, apakah gedung sekolah ini layak digunakan?

Ini bukan hanya masalah material bangunan, tetapi juga kelalaian yang berpotensi merenggut nyawa generasi masa depan. Apakah kita akan menunggu tragedi besar berikutnya untuk bertindak?

Masyarakat menuntut perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait untuk segera memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak. Keselamatan siswa bukan pilihan, melainkan kewajiban mutlak!

Generasi muda NTT membutuhkan tempat belajar yang aman, bukan ruang yang mengancam keselamatan mereka. Jangan biarkan suara anak-anak ini hilang di balik reruntuhan!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *