Soba,- Desa Soba, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, diguncang tragedi memilukan yang menelan korban seorang balita tak berdosa. Seorang anak berusia 1 tahun 7 bulan, FKJB, meninggal dunia setelah terluka oleh sabetan parang di tengah pertengkaran orang tuanya, Kornalius Marlon Bano (25) dan Deningsi Beti (27). Kejadian ini terjadi pada Senin (13/1) sore, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat.
Menurut Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, Deningsi diduga menjadi pelaku utama dalam insiden tersebut. Ia diduga melukai anaknya dengan parang, menyebabkan luka robek sepanjang 5 cm di tulang kering kaki korban. “Korban sempat dibawa ke Puskesmas Baun untuk mendapatkan perawatan, namun nyawanya tidak tertolong,” ungkap Kapolres.
Kehilangan Tak Tergantikan
FKJB, yang merupakan anak kedua pasangan ini, dimakamkan pada Rabu (15/1) setelah proses otopsi dilakukan. Sementara itu, anak sulung pasangan tersebut, yang masih berusia 2 tahun 7 bulan, kini harus menghadapi kenyataan kehilangan adiknya dan keretakan keluarga.
Polisi telah menahan Kornalius dan Deningsi untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Kami sedang mendalami kasus ini untuk mengungkap keberadaan dan memastikan keadilan ditegakkan,” kata AKP Yeni Setiono, Kasat Reskrim Polres Kupang. Barang bukti berupa parang telah disita dalam olah TKP sebagai bagian dari penyelidikan.
Gema Duka di Tengah Masyarakat
Tragedi ini mencuat di media sosial, memicu simpati sekaligus keprihatinan masyarakat. Banyak yang menyerukan pentingnya kontrol emosi dan perlindungan terhadap anak-anak di tengah konflik rumah tangga. “Anak-anak tidak seharusnya menjadi korban pertikaian orang dewasa. Mereka membutuhkan cinta dan rasa aman,” tulis salah satu pengguna media sosial yang mengomentari berita tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bahwa konflik keluarga yang tidak terselesaikan secara baik dapat membawa dampak yang tragis. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk menjaga harmoni dalam keluarga demi masa depan anak-anak kita.

Tinggalkan Balasan