Kupang – Pemerintah Kota Kupang membuka pintu selebar-lebarnya bagi 13 Praja Utama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII untuk melakukan penelitian strategis di wilayah tersebut. Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda melalui penelitian berbasis data untuk mendukung pembangunan kota.
“Kami ingin melihat hasil nyata dari penelitian ini. Kota Kupang membutuhkan solusi yang relevan, bukan sekadar laporan akademik,” ujar Linus Lusi dalam audiensi yang digelar di Ruang Garuda, Selasa (7/1).
Penelitian untuk Mengatasi Masalah Kota
Dalam kesempatan itu, Linus Lusi menyoroti berbagai masalah krusial yang dihadapi Kota Kupang, seperti kemiskinan, stunting, dan kesenjangan sosial. Ia berharap penelitian para praja IPDN mampu menghasilkan data konkret yang bisa digunakan untuk merumuskan kebijakan.
“Kota ini memiliki dinamika yang kompleks. Dari 51 kelurahan hingga 6 kecamatan, setiap wilayah memiliki tantangan unik. Kami berharap hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Kecamatan Alak dan Maulafa, yang dikenal sebagai wilayah dengan tingkat masalah sosial tinggi, disebut menjadi salah satu fokus penelitian. Pemkot Kupang berkomitmen memberikan akses penuh kepada para praja untuk mengumpulkan data di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).
Generasi Muda sebagai Agen Perubahan
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kupang, Ernest S. Ludji, S.STP., M.Si., yang juga alumni IPDN, menyatakan bahwa penelitian ini adalah kesempatan bagi praja untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Penelitian ini bukan sekadar tugas, tetapi langkah awal untuk menjadi ASN yang mampu memberikan solusi nyata. Kota Kupang membutuhkan kontribusi generasi muda seperti kalian,” ujar Ernest.
Penelitian yang berlangsung dari 6 hingga 25 Januari 2025 ini menjadi bagian dari syarat kelulusan program sarjana terapan IPDN. Ernest berharap, hasil penelitian dapat memberikan dampak langsung pada pembangunan Kota Kupang.
Membangun Kota Kupang Berbasis Data
Linus Lusi menutup audiensi dengan pesan penuh semangat kepada para praja. Ia meminta mereka tidak hanya fokus pada pengumpulan data, tetapi juga berusaha memahami kebutuhan riil masyarakat.
“Kupang tidak butuh retorika, tapi aksi nyata. Gunakan penelitian ini sebagai alat untuk menciptakan perubahan positif yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan dukungan penuh dari Pemkot Kupang, penelitian ini diharapkan mampu memberikan solusi strategis bagi tantangan yang dihadapi kota, sekaligus menjadi sarana belajar berharga bagi para praja IPDN untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan.(Arnold)

Tinggalkan Balasan