Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV NTT, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng. menyebut betapa pentingnya Penthahelix dalam peningkatan mutu pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Pasalnya,kerja sama pentahelix ini dibangun untuk memperkecil gap disparitas mutu pendidikan tinggi di NTT.
“Upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan menurunkan disparitas mutu pendidikan tidak muda,”sebut Prof Amheka.
Menurut Amheka hal tersebut membutuhkan biaya dan sumber daya yang besar.
Karena itu,kata Dia dibutuhkan dukungan dari pihak lain melalui upaya investasi SDM, sumber daya peralatan dan investasi dari dunia industri, termasuk dari filantropi.
Kegiatan tersebut di gelar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT Prof. Dr. Amheka, serta para mitra pentahelix dari kalangan BUMN, BUMD, pemerintah, hingga media.
Kepada wartawan Prof. Amheka menuturkan bahwa untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka perlu dibangun strategi jangka pendek, menengah, dan jangka panjang untuk mendukung Sumber Daya Manusia (SDM) kompetitif menuju Indonesia Emas 2045.
“Dukungan pentahelix yang terdiri dari dunia industri, masyarakat, BUMN, dan filantropi menjadi kebutuhan penting untuk akselerasi lompatan manusia unggul dari NTT. Karena pemerintah terbatas dalam hal investasi pendidikan,” tegas Prof. Amheka usai kegiatan Penthahelix di Hotel Sotis Selasa,24 Juni 2024.
Ia menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan mengadakan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan semua pentahelix untuk memastikan adanya investasi terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.
“Kami berharap ke depan ada produk pertama dalam bentuk forum kerja sama atau forum dialog antara Pentahelix dalam rangka peningkatan mutu pendidikan tinggi,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan