Progres Pekerjaan Bendungan Temef Paket 4 Mencapai 98 Persen

Site Engineering and Standartization Manager  Mochammad Hardito Satrio mengatakan Progres pembangunan Bendungan Temef Nusa Tenggara Timur Paket 4 ( Empat) yang dikerjakan PT Waskita Karya hingga kini telah mencapai 98 persen.

Pasalnya,Bendungan Temef merupakan salah satu bendungan yang dikerjakan pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan air di wilayah sekitar.

Bendungan tersebut terletak di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan kapasitas tampung sebesar 45,78 juta m3 dan akan mengairi irigasi seluas 4.500 ha, mereduksi banjir 230 m3/dt, serta menyediakan air baku dengan debit 0,13 m3/dt dan menjadi potensi listrik mencapai 1 MW.

Pembangunan bendungan tersebut terbagi dalam empat paket. Paket I dikerjakan PT Waskita Karya-PT Bahagia Bangun Nusa, KSO.

Paket II dan Paket III dikerjakan PT Nindya Karya-PT Bina Nusa Lestari, KSO yang meliputi pekerjaan bangunan pelimpah dan jalan akses.

Kemudian paket 4 oleh PT Waskita Karya-Bahagia-Guntur, KSO meliputi pekerjaan bangunan pengelak, bendungan utama, hidromekanikal dan bangunan fasilitas.

Dikatakan bahwa item pekerjaan paket 4 yang telah selesai dikerjakan yakni bangunan fasilitas umum dan rintek genangan 45 meter kubik serta persiapan inpording untuk penimbunan tanah.

 

Sementara sisa item pekerjaan yang belum dikerjakan menurut Satrio adalah pengaspalan terkendala karena pembebasan lahan.”Untuk pekerjaan pengaspalan akan dimulai awal bulan juni ini,”ujarnya.

Hal serupa juga dikemukakan Pelaksana Lapangan PT Waskita Karya Try Nurcahyono saat diwawancarai awak media di Bendungan Temef pada hari Jumat tanggal 31 Mei 2024.

Try juga menyebut masih ada item pekerjaan yang belum selesai yakni pengaspalan

“Kalau urusan pembebasan lahannya sudah beres, kami bisa menyelesaikan sisa pekerjaan tersebut dalam waktu dekat,” ujar Try.

Sesuai kontrak maka paket 4 akan berakhir pada bulan Desember 2024 mendatang.

Perlu diketahui bahwa Bendungan Temef dibangun sejak tahun 2018 dengan biaya sebesar Rp 2,7 triliun.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *