Kupang – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (PK NTT) menggelar Gebyar SMK dan Pameran Karya SMA se-NTT pada 2–4 Mei 2025 di halaman kantor dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas siswa-siswi dari seluruh penjuru NTT, dengan menampilkan beragam inovasi dan karya nyata yang menggambarkan kemajuan pendidikan vokasi dan akademik di daerah.
Salah satu peserta yang paling menarik perhatian adalah SMK Negeri 1 Aesesa dari Kabupaten Nagekeo. Meski berasal dari daerah yang cukup jauh dari pusat provinsi, SMK ini tampil mencolok berkat inovasi teknologi sederhana berbasis kearifan lokal yang diusung oleh para siswa dan guru pembimbingnya.
Teknologi Sederhana, Solusi Masa Depan
Dengan konsep low cost-high impact, siswa SMK Negeri 1 Aesesa memamerkan berbagai alat pertanian berbasis teknologi tepat guna seperti miniatur sistem irigasi tetes, aquaponik vertikultur, dan urban farming di lahan sempit. Semua alat ini dirakit menggunakan barang-barang bekas, limbah rumah tangga, dan bahan lokal yang mudah dijangkau masyarakat.
“Kami menggunakan beras dari sawah sendiri dan jagung dari kebun siswa untuk mendukung proses fermentasi alami. Selain itu, barang bekas seperti botol, ember cat, dan paralon bekas kami sulap menjadi alat irigasi dan instalasi pertanian,” ungkap Maria Magdalena Mbang guru pendamping saat ditemui di stand pameran pada Jumat (02/05/2025).
Selain menampilkan karya teknologi, mereka juga memperkenalkan praktik pemanfaatan pekarangan rumah sebagai kebun produktif—langkah nyata menuju kemandirian pangan tingkat rumah tangga. Semua karya ini tak hanya menunjukkan keterampilan teknis siswa, tapi juga kepedulian mereka terhadap lingkungan dan keberlanjutan
SMK Negeri 1 Aesesa bukan pendatang baru dalam dunia inovasi. Tahun 2024, mereka meraih Juara I dalam perayaan Hardiknas tingkat Kabupaten Nagekeo. Tahun ini, mereka tetap bersinar dengan membawa pulang Juara II, sekaligus menegaskan konsistensi mereka dalam dunia pendidikan vokasi berbasis karya nyata.
“Pencapaian ini adalah bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Mereka membangun semuanya dengan semangat gotong royong, kreatifitas, dan cinta terhadap alam,” ujar Marselina Tango guru pendamping lain.
Gebyar SMK, Etalase Masa Depan Pendidikan NTT
Acara Gebyar SMK dan Pameran Karya SMA se-NTT tahun ini menghadirkan lebih dari 50 sekolah dari seluruh wilayah provinsi. Setiap sekolah membawa inovasi terbaiknya—dari bidang pertanian, teknik, tata boga, seni, hingga teknologi informasi. Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni, workshop, dan sesi interaktif yang melibatkan siswa, guru, dan masyarakat umum.
Dengan semangat SMK Bisa, SMA Hebat, kegiatan ini menjadi panggung penting untuk memperlihatkan bahwa pendidikan di NTT terus bergerak maju, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membentuk generasi muda yang solutif, kreatif, dan peduli pada lingkungan.

Tinggalkan Balasan