Kupang, -Dalam semangat pertobatan dan solidaritas yang dihidupi selama masa Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026, umat KUB Santa Teresa dari Calcuta di Wilayah I Paroki Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui menunjukkan wujud nyata iman mereka melalui aksi berbagi kasih kepada sesama.
Sebagai bagian dari katekese dan aksi nyata APP tahun ini, umat KUB Santa Teresa dari Calcuta membagikan bantuan sembako kepada sembilan (9) keluarga yang membutuhkan di lingkungan KUB tersebut.
Bantuan ini bukan hanya sebagai bentuk kegiatan sosial, tetapi menjadi ungkapan iman yang hidup—bahwa kasih Kristiani diwujudkan melalui kepedulian terhadap saudara yang mengalami kesulitan hidup.
Ketua KUB Santa Teresa dari Calcuta, Petrus Bas, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas umat yang lahir dari hati yang tulus.
“Bantuan ini mungkin tidak besar secara materi. Namun yang ingin kami bagikan adalah kasih dan perhatian. Ini merupakan pemberian tulus dari kekurangan umat, sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudari yang sangat membutuhkan,” ungkapnya.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bersama jajaran pengurus KUB, didampingi oleh penasehat, koordinator seksi, serta perwakilan dari Seksi Humas, Seksi Pewartaan, dan Serta Umat.
Kehadiran para pengurus ini sekaligus menjadi tanda kebersamaan Gereja yang berjalan bersama umatnya—mendengar, melihat, dan menyentuh kehidupan mereka secara nyata.
Suasana haru dan penuh syukur terasa saat bantuan tersebut diterima oleh keluarga-keluarga penerima. Salah seorang penerima bantuan yang tidak mau namanya di sutkna menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Perhatian dan solidaritas umat sungguh sangat berarti bagi kami,” ungkapnya dengan penuh haru.
Aksi kecil yang dilakukan oleh umat KUB Santa Teresa dari Calcuta ini menjadi cerminan indah dari pesan APP: bahwa pertobatan sejati tidak berhenti pada doa dan puasa, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan kasih kepada sesama.
Di tengah berbagai tantangan hidup, semangat berbagi dari kekurangan ini menjadi kesaksian iman yang kuat. Ketika umat saling memperhatikan dan menopang satu sama lain, Gereja sungguh hadir sebagai rumah bersama—tempat kasih Allah dialami secara nyata.
Apa yang dilakukan oleh umat KUB Santa Teresa dari Calcutta menjadi inspirasi bahwa perubahan besar sering dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus.
Dalam kebersamaan dan solidaritas, Gereja terus menghadirkan wajah kasih Kristus di tengah dunia.
Semoga aksi nyata ini menjadi benih kebaikan yang terus bertumbuh, menggerakkan lebih banyak hati untuk berbagi, dan menyalakan harapan bagi mereka yang membutuhkan. Karena dari kasih yang sederhana, Tuhan menghadirkan mukjizat bagi banyak orang. (AF).


Tinggalkan Balasan