Insana,– Sebuah teladan luar biasa tentang kemandirian dan kebersamaan ditunjukkan oleh masyarakat Desa Nunmafo, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Di tengah keterbatasan anggaran, warga desa yang dipimpin oleh Kepala Desa Agustinus Natun, A.Md, berhasil menggalang dana swadaya dan dukungan berbagai pihak untuk membangun kantor desa baru berlantai dua dengan ukuran 7×9 meter.
Momen peletakan batu pertama pembangunan kantor desa tersebut dihadiri langsung oleh Bupati TTU, Yoseph Falens .D. Kebo, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap semangat gotong royong yang tumbuh di desa seluas 32 km² dengan populasi 2.174 jiwa itu.
Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Makna Persaudaraan
Dalam sambutannya, Bupati Yoseph Kebo menekankan bahwa kehadiran beliau dan rombongan bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan wujud solidaritas nyata.
“Kegiatan hari ini punya makna yang sangat dalam. Ada nilai plus yang saya apresiasi, yakni gotong royong dan kebersamaan. Hal bagus seperti ini harus kita contoh. Ingat, kantor desa ini bukan hanya rumah untuk perangkat desa, tapi rumah untuk seluruh masyarakat Insana. Susah kita sama-sama, senang kita juga sama-sama,” ujar Bupati Falens Kebo di Kantor Desa Nunmafo,Sabtu 27 Juni 2026.
Bupati juga menyoroti keberanian masyarakat dalam mengambil inisiatif. “Jika orang tua saja berani bermimpi dan bertindak, masa Bupati tidak berani? Segala sesuatu yang dikerjakan bersama akan memiliki nilai lebih. Beban yang berat akan terasa ringan jika dipikul bersama,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bupati TTU menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp10 juta untuk mempercepat penyelesaian proyek. Bantuan ini diharapkan menjadi pemacu semangat agar bangunan dapat selesai dalam target waktu tiga tahun.
Model Pembangunan Berkelanjutan: Swadaya dan Kemitraan
Kepala Desa Nunmafo, Agustinus Natun, menjelaskan bahwa rencana pembangunan kantor desa ini telah disepakati oleh seluruh masyarakat sejak 50 tahun lalu, namun baru terlaksana kini berkat kesadaran kolektif yang kuat.
“Pembangunan ini didanai melalui kombinasi sumber daya yang kreatif. Kami mengandalkan swadaya masyarakat sebesar Rp100.000 per kepala keluarga, Pendapatan Asli Desa (PADes) dari iuran air bersih, serta dukungan dari anak-anak desa yang bekerja di luar daerah dan proposal kemitraan,” jelas Kades Agustinus.
Inovasi lain yang menjadi tulang punggung ekonomi desa adalah keberadaan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan kerjasama dengan Bank NTT (di mana Pemkab TTU merupakan pemegang saham).
“Gerai KDMP diharapkan membawa pertumbuhan ekonomi di tingkat desa, sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan adanya aset bersama seperti kantor desa ini, akan tumbuh rasa memiliki yang tinggi. Tidak ada seorang pun yang akan merusaknya karena mereka merasa ikut memiliki,” ungkap Kades Agustinus.
Acara peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang menunjukkan sinergitas lintas sektor, termasuk:
* Staf Khusus Bupati, Elias Koa, S.IP.
* Anggota DPRD Kabupaten TTU.
* Perwakilan Koramil dan Polsek Insana.
* Ketua APDESI TTU beserta para Kepala Desa se-Kecamatan Insana.
* Tokoh adat, agama, dan masyarakat setempat.
Dengan jumlah 571 Kepala Keluarga (KK), Desa Nunmafo membuktikan bahwa keterbatasan anggaran pusat bukanlah halangan jika semangat kebersamaan dan transparansi dikelola dengan baik. Pembangunan kantor desa dua lantai ini dijadwalkan selesai dalam tiga tahun ke depan, menjadi simbol kebanggaan baru bagi masyarakat Insana.

Tinggalkan Balasan