Anak 9 Tahun Tewas Terseret Arus Selokan di Rote Ndao

Rote Ndao, 1 Januari 2025 – Sebuah tragedi memilukan terjadi di Desa Matamatan, Kelurahan Namodale, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, pada Rabu sore. Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun, MF, ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus selokan yang meluap akibat hujan deras.

Menurut keterangan dari sepupu korban, RB, MF awalnya mengajak bermain, namun sepupunya menolak ajakan tersebut. MF kemudian pulang melewati pinggir selokan yang debit airnya sangat tinggi. Sekitar pukul 17.05 WITA, warga sekitar, Meki Killa, mendengar teriakan minta tolong. Setelah melihat MF hanyut terbawa arus, Meki langsung melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat, Onisimus Puling.

Upaya pencarian segera dilakukan oleh warga, dibantu anggota Polsek Lobalain dan nelayan setempat dengan menggunakan perahu. Setelah pencarian selama dua jam, MF akhirnya ditemukan sekitar pukul 19.45 WITA, terapung sekitar 20 meter dari pemecah gelombang di pertokoan Ba’a. Korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a.

Pada saat kejadian, kedua orang tua korban, Deki Fanggidae dan Wehelmina Abraham, sedang berada di pertokoan Ba’a untuk berbelanja dan berteduh dari hujan. Tragisnya, mereka tidak dapat mengetahui nasib anak mereka yang sedang terseret arus.

Kapolsek Lobalain, IPTU I Nyoman Suwasta, menyampaikan bahwa keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai ujian iman dan menolak pemeriksaan lebih lanjut. Meskipun begitu, tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya banjir, khususnya di daerah yang rentan terhadap hujan deras. Warga dihimbau untuk selalu berhati-hati dan menghindari wilayah berisiko saat kondisi cuaca ekstrem.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *