Tren Kasus HIV/AIDS di Kota Kupang Melonjak, Usia Produktif dan Ibu Rumah Tangga Jadi Sorotan

Kupang,— Kasus HIV/AIDS di Kota Kupang terus mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan, dengan lebih dari 2.500 orang tercatat hidup dengan virus ini sejak tahun 2000 hingga Agustus 2025.

Data terbaru dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang menunjukkan tren kenaikan kasus hampir setiap tahun, khususnya pada kelompok usia produktif dan ibu rumah tangga, menandai ancaman serius bagi kesehatan dan pembangunan sosial-ekonomi daerah.

Sekretaris KPA Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, menyampaikan bahwa puncak kasus baru terjadi pada 2012 dengan lebih dari 400 kasus, dan meskipun ada fluktuasi, jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah hingga saat ini.
Perempuan dan laki-laki sama-sama terdampak, namun laki-laki masih mendominasi jumlah kasus.

“Peningkatan kasus ini menjadi sinyal kuat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran, rutin melakukan pemeriksaan, dan memperkuat upaya pencegahan, terutama di kalangan usia produktif yang merupakan tulang punggung ekonomi,” kata Julius, atau yang akrab dipanggil Jems, pada Senin (06/10/2025).

Usia Produktif dan Ibu Rumah Tangga Jadi FokusLebih dari 1.600 kasus HIV/AIDS berada pada rentang usia 20-49 tahun, kelompok yang paling aktif secara sosial dan ekonomi. Kondisi ini mengindikasikan penularan serius di dunia kerja dan aktivitas sosial.

Selain itu, ibu rumah tangga saat ini juga menjadi kelompok penyumbang terbesar berikutnya, dengan 18 persen kasus, yang sebagian besar tertular dari pasangan suami yang sudah terinfeksi.

“Kasus di ibu rumah tangga menunjukkan bahwa HIV bisa menyerang siapa saja. Pemeriksaan rutin bagi pasangan menikah dan ibu hamil harus menjadi prioritas dalam layanan kesehatan,” tegas Jems.

Persebaran Kasus Berdasarkan Wilayah dan PekerjaanSebaran kasus tertinggi terdapat di tiga kecamatan: Oebobo (21 persen), Maulafa (20 persen), dan Kelapa Lima (20 persen), yang diduga dikarenakan kepadatan penduduk dan aktivitas sosial-ekonomi yang intens di kawasan tersebut.Kecamatan lain yang terdampak adalah Alak (17 persen), Kota Raja (11 persen), dan Kota Lama (12 persen).

Dari segi pekerjaan, kelompok pekerja swasta menjadi yang paling banyak terdampak dengan 25 persen kasus, diikuti ibu rumah tangga (18 persen), kategori lain (17 persen), pelajar/mahasiswa/PNS (10 persen), wiraswasta (8 persen), dan PNS (7 persen).Komitmen Bersama Tangani HIV/AIDSJems menegaskan bahwa kasus HIV/AIDS bukan hanya persoalan medis, tetapi juga sosial yang memerlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat sipil.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya mengurangi stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) guna menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung.

“Masyarakat harus aktif berperan, menjalani hidup sehat, setia pada pasangan, dan rutin melakukan tes HIV. Deteksi dini kunci utama menghentikan penularan lebih luas,” ujar Jems menutup pesannya.

Meningkatnya kasus HIV/AIDS di Kupang menjadi alarm bagi seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama memperkuat upaya edukasi dan pencegahan demi menjaga kesehatan dan kemajuan daerah.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *