Kupang, – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan dukungan penuh terhadap rencana Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menyelenggarakan diskusi publik dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025. Dukungan ini tidak hanya sebatas komitmen moral, tetapi juga diwujudkan melalui bantuan dana pribadi untuk membantu pembiayaan kegiatan tersebut.
Komitmen ini disampaikan langsung oleh Wali Kota saat menerima audiensi Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, beserta jajaran pengurus dan panitia HPN di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Senin (10/3). Dalam pertemuan tersebut, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memberikan fasilitasi agar diskusi publik yang digagas PWI NTT dapat berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat.
Salah satu poin utama dalam pertemuan tersebut adalah kesiapan Wali Kota Kupang untuk menjadi narasumber dalam diskusi publik yang akan digelar bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena. Menurutnya, sektor ekonomi merupakan aspek krusial yang perlu mendapat perhatian serius dari para kepala daerah guna mendorong pembangunan yang lebih baik di NTT.
“Kita tidak bisa hanya berbicara soal program tanpa melihat dampaknya bagi masyarakat. Oleh karena itu, diskusi ini penting agar kita bisa membedah strategi ekonomi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, bukan sekadar wacana politik,” ujar dr. Christian Widodo.
Diskusi publik ini nantinya akan menjadi ajang untuk membahas visi ekonomi dari dua pemimpin daerah sekaligus mengevaluasi efektivitas program-program yang telah dijalankan selama ini. PWI NTT berharap agar forum ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga melahirkan rekomendasi konkret bagi pemerintah dalam mengelola ekonomi daerah.
Tak hanya membahas sektor ekonomi, dr. Christian Widodo juga menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana PWI NTT dalam menyelenggarakan uji kompetensi wartawan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jurnalistik sangat penting agar media di Kota Kupang semakin profesional dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah.
“Pers yang profesional akan membawa informasi yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang kebebasan pers, tetapi juga tentang tanggung jawab dalam menyajikan berita yang akurat dan berimbang,” tegas Wali Kota.
Sebagai bentuk komitmen, ia menyatakan akan meminta dinas terkait untuk mengalokasikan anggaran guna mendukung pelaksanaan uji kompetensi wartawan pada tahun anggaran mendatang. Langkah ini diharapkan dapat membantu wartawan lokal dalam meningkatkan kualitas mereka sesuai dengan standar nasional.
Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM wartawan sangat diperlukan, mengingat masih banyak jurnalis di NTT yang belum memiliki sertifikasi kompetensi.
“Proses uji kompetensi membutuhkan penguji dari luar daerah, dan itu memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Dukungan dari Pemkot Kupang tentu sangat berarti bagi kami,” ujar Hilarius.
Sementara itu, Ketua Panitia HPN PWI NTT, Erasmus Nagi Noi, menjelaskan bahwa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2025, pihaknya telah mengagendakan dua kegiatan utama.
- Aksi Bersih Pantai – Kegiatan ini telah berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, dengan melibatkan perangkat daerah dari Pemkot Kupang serta berbagai mitra. Aksi ini merupakan wujud kepedulian insan pers terhadap lingkungan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan pantai sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan.
- Diskusi Publik – Saat ini masih dalam tahap penyesuaian jadwal agar dapat menghadirkan Wali Kota Kupang dan Gubernur NTT sebagai narasumber utama. Diskusi ini akan membahas arah kebijakan ekonomi daerah serta mengevaluasi implementasi program yang telah dijalankan oleh pemerintah.
Erasmus berharap dengan adanya dukungan dari Wali Kota Kupang dan jajaran Pemkot, seluruh rangkaian kegiatan HPN 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta dunia pers di NTT.
Dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Kupang terhadap PWI NTT menunjukkan bahwa pemerintah daerah memahami peran strategis pers dalam pembangunan. Pers bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai kontrol sosial yang dapat membantu pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih berpihak kepada rakyat.
Melalui diskusi publik ini, diharapkan akan lahir gagasan-gagasan segar yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di NTT serta memperkuat kolaborasi antara media dan pemerintah dalam membangun daerah. Dengan demikian, Hari Pers Nasional 2025 di NTT bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meningkatkan kualitas jurnalisme dan mendorong kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada masyarakat.( Arnold)

Tinggalkan Balasan