Kupang,– Setelah resmi ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang sebagai Wali Kota terpilih, dr. Christian Widodo bersama wakilnya, Serena Francis, langsung menegaskan komitmen mereka untuk merealisasikan janji politik yang menjadi harapan besar warga.
Dalam pernyataannya, dr. Christian Widodo menyampaikan bahwa masalah sampah menjadi salah satu prioritas utama di 100 hari pertama masa kepemimpinannya. Permasalahan sampah yang sudah lama menjadi keluhan warga akan segera ditangani dengan pendekatan inovatif dan berkelanjutan.
“Sampah ini sudah jadi perhatian semua pihak. Akhir-akhir ini, saya juga menerima banyak keluhan melalui SMS dan WA. Kami ingin dalam 100 hari pertama ada perubahan nyata. Mungkin tidak semua selesai, tapi minimal kita kurangi dan kelola lebih baik. Sampah organik dan non-organik bisa diolah, seperti di beberapa kota yang sudah sukses mengubah sampah non-organik menjadi batu bata atau produk lain,” jelasnya.
Untuk memastikan solusi yang tepat, dr. Chris Widodo dan timnya akan melakukan studi banding ke kota-kota yang telah berhasil mengatasi permasalahan sampah secara efektif.
Selain pengelolaan sampah, pasangan yang diusung Partai Gerindra dan PSI ini juga menyoroti reformasi birokrasi di Kota Kupang. Kekosongan pada sejumlah jabatan eselon II dianggap menghambat pelayanan publik dan pelaksanaan program pemerintah.
Serena Francis menegaskan pentingnya meritokrasi dalam pengisian jabatan tersebut. “Kita akan mengedepankan prinsip ‘right man on the right place’. Penempatan pejabat harus berdasarkan kompetensi. Dengan birokrasi yang kuat dan profesional, kita bisa memastikan pelayanan maksimal untuk masyarakat,” ujarnya.
Langkah-langkah strategis ini menjadi harapan baru bagi warga Kota Kupang, membawa optimisme bahwa kota ini akan bergerak menuju perubahan yang lebih baik di bawah kepemimpinan baru.

Tinggalkan Balasan