YBKM Hadirkan Harapan di Tengah Duka 421 Jiwa di Gor Nekamese Soe

Soe,– Ketika alam berbicara lewat tanah yang runtuh, Desa Kuatae, Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, menjadi saksi perjuangan hidup 421 jiwa yang kini bernaung di GOR Nekamese.

Mereka kehilangan rumah, namun tidak kehilangan harapan.
Tanah longsor yang melanda Desa Kuatae beberapa hari lalu mengubah segalanya dalam sekejap. Rumah-rumah roboh, jalanan terputus, dan ratusan orang harus meninggalkan kehidupan yang telah mereka bangun dengan susah payah. Bencana ini mengingatkan kita bahwa alam perlu dihargai, dirawat, dan dipulihkan agar tidak lagi mengulangi kisah pilu ini.

Di bawah atap GOR Nekamese, 421 jiwa kini berjuang melanjutkan hidup. Mereka terdiri dari 209 laki-laki, 212 perempuan, 8 bayi, 41 balita, 92 anak-anak, 249 dewasa, 27 lansia, 2 ibu hamil, dan 2 penyandang disabilitas. Bagi mereka, pengungsian ini adalah tempat sementara untuk menyusun kekuatan baru.

GOR Nekamese menjadi tempat berlindung dari terpaan cuaca dan ketidakpastian. Meski sederhana, tempat ini menjadi ruang bagi para pengungsi untuk bersatu, saling menguatkan, dan bangkit dari keterpurukan.

Bencana tanah longsor ini terjadi setelah hujan deras mengguyur Desa Kuatae tanpa henti. Namun, di balik bencana ini, ada kesempatan bagi kita semua untuk belajar dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki.

Tanah longsor ini bukan hanya tentang hujan deras. Ketika keseimbangan alam terganggu, dampaknya akan dirasakan oleh banyak pihak. Ini adalah momen bagi kita untuk lebih bijak dalam menjaga lingkungan agar generasi mendatang dapat hidup dengan aman dan sejahtera.

Di tengah kesulitan, Yayasan Berbagi Kasih Mulia (YBKM) hadir membawa kepedulian. Dipimpin oleh Erna Manafe, YBKM telah menyalurkan bantuan berupa makanan, pakaian, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya untuk 111 Kepala Keluarga yang terdampak. Kehadiran YBKM mengingatkan bahwa solidaritas adalah kekuatan yang dapat menggerakkan perubahan.

Dalam pernyataannya, Erna Manafe, Pendiri YBKM, menegaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari kas Yayasan serta dukungan beberapa donatur yang tergerak untuk membantu.

 

“Kami memahami bahwa bantuan ini belum mampu sepenuhnya mengatasi kesulitan yang dialami saudara-saudara kita di sini. Namun, kami berusaha memberikan yang terbaik dari apa yang kami miliki. Bantuan ini berasal dari kas Yayasan dan juga dari donatur yang dengan tulus mengulurkan tangan. Kami berharap langkah kecil ini dapat menjadi penyemangat agar mereka dapat bangkit kembali,” ujar Erna Manafe.

Bencana ini adalah panggilan untuk bergerak bersama. Tidak hanya lembaga sosial, tetapi seluruh lapisan masyarakat dapat berperan. Bantuan materi, dukungan psikologis, dan upaya pemulihan lingkungan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Harapan itu ada, dan YBKM telah membuktikan bahwa kepedulian dapat mengubah keadaan. Kini saatnya kita semua berperan, memastikan bahwa mereka yang mengungsi dapat kembali menata hidup dengan lebih baik.

421 jiwa di GOR Nekamese bukanlah angka semata. Mereka adalah cerita-cerita perjuangan yang layak untuk diperjuangkan. Mari bersama-sama bangkit, membangun kembali yang hilang dengan harapan yang lebih kuat.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *