Kupang, -Yusinta Ningsih Nenobaha Syarief, putri asli Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kembali menunjukkan perhatiannya terhadap prestasi membanggakan yang diraih Tim Bola Voli Putra TTS 01 yang berhasil menjuarai Turnamen Bola Voli Ben Mboy Memorial Cup (BMMC) 2025.
Bertempat di kawasan Kayu Putih, Kota Kupang, Yusinta yang akrab disapa YNS bersama keluarga memberikan apresiasi berupa uang tunai sebesar Rp27,5 juta. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua PBVSI Kabupaten TTS, Roy Babys, didampingi para pelatih dan pemain.
Kepada wartawan usai penyerahan, Yusinta menjelaskan bahwa perhatian tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan perjuangan para atlet yang telah menampilkan kemampuan terbaik hingga menjuarai turnamen bola voli bergengsi antar kabupaten se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sebagai putri TTS, saya hanya ingin mengapresiasi para pemain dan pelatih, karena tidak mudah memenangkan turnamen seperti ini,” jelasnya.
Yusinta mengungkapkan, ia mengikuti langsung jalannya pertandingan sejak beberapa babak penyisihan hingga partai final.
“Saya hadir langsung beberapa kali, termasuk saat final. Menurut saya, anak-anak ini memang perlu diapresiasi karena telah mengharumkan nama Kabupaten TTS (Kuan Soe) yang kita cintai,” ujarnya.
Menurut YNS, para atlet seperti ini membutuhkan perhatian yang serius. Ia menegaskan bahwa meskipun TTS kerap dipandang sebagai daerah kampung, para atlet telah membuktikan kemampuan dan kualitas mereka di level provinsi.
“Selama ini mungkin ada anggapan bahwa orang TTS itu dari kampung. Tapi hari ini, saat ini, dan detik ini, para atlet voli kita—baik putra maupun putri—membuktikan bahwa kita tidak kampungan,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Yusinta dan keluarga juga berencana mendatangkan pelatih dari luar NTT untuk memberikan pembinaan kepada para pemain dan pelatih, dengan fokus khusus pada atlet putri.
“Kami berencana mendatangkan pelatih dari luar NTT untuk memberikan bimbingan kepada para pemain dan pelatih, terutama bagi atlet perempuan,” jelasnya.
“Kita juga harus fokus pada pembinaan perempuan, karena perempuan juga bisa dan mampu. Oleh karena itu, pelatih yang didatangkan nanti akan memberi perhatian khusus kepada atlet putri,” tambahnya.
Yusinta secara khusus menyoroti ketimpangan hadiah antara tim putra dan tim putri yang dinilainya mencederai prinsip keadilan dan kesetaraan dalam dunia olahraga.
“Apa perbedaan tim perempuan dan tim laki-laki sehingga hadiah harus dibedakan? Mereka sama-sama berjuang dan mengorbankan tenaga serta waktu,” ujarnya.
Menurut Yusinta, penghargaan yang layak tidak semata soal nominal, tetapi juga menyangkut pengakuan terhadap martabat atlet, khususnya atlet perempuan yang selama ini masih kerap dipandang sebelah mata.
Ia berharap hal ini menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Nusa Tenggara Timur agar ke depan setiap event olahraga menjunjung tinggi profesionalisme, keadilan, dan penghormatan terhadap atlet.
“Jika kita ingin olahraga daerah maju, maka atlet harus dihargai secara manusiawi dan bermartabat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Tim Voli Putra TTS 01 meraih Juara I setelah menumbangkan Tim Voli Putra Sumba Timur dengan skor 3–2. Sementara itu, Tim Voli Putri TTS harus mengakui keunggulan Tim Voli Putri Kota Kupang 01 dan menutup turnamen di posisi Juara IV.
Turnamen tersebut berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025, di GOR Oepoi, Kupang, dan disaksikan langsung oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena serta Ketua PBVSI Provinsi NTT, Winston Rondo.

Tinggalkan Balasan