BWS NT II Alokasikan 50 Miliard Untuk 47 Paket Pemeliharaan Rutin dan Berkala

Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II melalui Satuan Kerja Operasi & Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP-SDA) memiliki tugas melakukan pemeliharaan terhadap aset dibawah Kementerian PUPR dan mengembalikan fungsi aset-aset yang sudah terbangun sebelumnya.

Seperti yang dilakukan OP-SDA wilayah 1 BWS Nusa Tenggara II bahwasannya tahun ini mengalokasikan anggaran 50 miliar untuk melaksanakan 47 paket kegiatan pemeliharaan rutin dan berkala di sejumlah aset Balai seperti Embung, Bendungan, Bendung, jaringan irigasi, sumur bor dan air baku, maupun pemeliharaan tanggul tebing sungai.

Hal ini dibenarkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan SDA I BWS NT II, Thomson A. Toelle, S.ST, belum lama ini.

Menurutnya, pembagian pekerjaan semua aset bangunan didasarkan pada kebutuhan masing masing berdasarkan skala prioritas.

” Karena keterbatasan biaya tidak semua aset bangunan dimasukan dalam kegiatan rutin dan berkala karena ada skala prioritas. Sehingga tidak otomatis seribu embung dilakukan pemeliharaan rutin,” ungkap Sony.

Sony mengatakan tahun ini pihaknya akan menyelesaikan 47 kegiatan operasi dan pemeliharaan dengan alokasi anggaran mencapai 50 miliar rupiah dengan sistem kerja swakelola. Ada swakelola yang dikerjakan personel balai, ada juga swakelola yang melibatkan masyarakat.

Ia mencontohkan anggaran kegiatan operasi rutin bendungan tilong tahun ini senilai 700 juta lebih yang terdiri dari pembayaran upah personel serta pembelanjaan lain lain seperti pembersihan atau pergantian fasilitas fasilitas yang rusak seperti lampu, pengecetan rumah, maupun perbaikan lainnya.

Ada pula pemeliharaan Bendungan Benkoko nilainya mencapai 252 Juta rupiah yang terdiri dari pembelajaan ATK, pembelian pakaian seragam, sepatu lumpur, dan pembelian alat alat komunikasi .

“Jadi ada operasi dan pemeliharaan . Kalau Kegiatan operasi itu contohnya seperti pembayaran gaji, sementara pemeliharaan rutin itu yang berkaitan dengan pembersihan dan perbaikan yang skalanya sampai dengan 20 persen” tandas Sony.

Selain penanganan bendungan Benkoko dan Tilong, OP-SDA juga menangani bendungan lainnya seperti bendungan Raknamo, Haikrit, Rotiklot. Oeltua, dan Padang Panjang. Selain itu ada penanganan jaringan irigasi, sumur bor dan air baku, maupun pemeliharaan tanggul tebing sungai.

Sony mengatakan melalui sistem kerja swakelola maka dinamika pekerjaan akan tuntas sampai dengan bulan desember berdasarkan hasil opname dan berapa besar permasalahan yang ditemui dilapangan.

Kendati demikian pihaknya tak mengelak hambatan yang terjadi di lapangan seperti kurangnya informasi tentang jumlah kerusakan aset – aset balai yang tidak terdeteksi dengan baik. Dengan demikian tidak semua aset bangunan yang rusak ditangani dalam satu tahun anggaran dan baru bisa terlaksana di tahun anggaran berikutnya.

Sony mengaku optimis bisa menuntaskan semua kegiatan dengan baik dengan tugas utama melakukan pemeliharaan terhadap aset dibawah Kementerian PUPR dan mengembalikan fungsi aset-aset tersebut dengan baik.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *