Pembangunan Bendungan Kolhua masih sangat berpeluang dan terbuka untuk memenuhi kebutuhan air baku di kota kupang dan sekitarnya,namun butuh kerja kolaborasi.Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS ) Nusa Tenggara II, Fernando Rajagukguk,S.ST,MT di ruang kerjanya belum lama ini.
Fernando mengatakan pembangunan Bendungan Kolhua sangat layak untuk dibangun karena sudah memenuhi semua persyaratan. Namun kelanjutan pembangunan ini sangat tergantung komitmen bersama semua pihak.
”Justru yang mau didorong saat itu adalah pembangunan bendungan Kolhua,tapi karena belum selesai karena persoalan lahan dan lain – lain sehingga dibangunlah Bendungan Raknamo,” ungkap Fernando.
Ia mengatakan rencana pembangunan bendungan Kolhua masih bisa dihidupkan kembali dengan harapan semua pemangku kepentingan di daerah ini memiliki komitmen yang sama untuk kesejahteraan masyarakat kota Kupang.
Dikatakan salah satu persoalan serius di daerah ini adalah ketersediaan sumber air baku bagi pemenuhan kebutuhan air masyarakat Kota Kupang saat ini dan masa yang akan datang.
Karena itu,menurut Fernando Bendungan Kolhua ini yang paling bagus untuk sumber air baku.
“Kita butuh banyak tampungan- tampungan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota kupang,”imbuhnya.
Dari segi efisiensi lanjutnya sistem penggerak tidak lagi memakai pompa,seperti bendungan tilong tapi hanya dengan menggunakan gravitasi.
Selain itu,kata Fernando Bendungan Kolhua letaknya sangat strategis. Tapi semua kembali kepada masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah ini.
Ia menilai pembangunan bendungan di wilayah NTT masih sangat diperlukan. Pasalnya ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain.
Ia menambahkan bahwa ada banyak manfaat jika Bendungan Kolhua jadi.
“Dari segi konservasi misalnya merecash kembali sumur-sumur bor yang ada selama ini,”ungkapnya.
Perlu diketahui bahwa Bendungan Kolhua berada di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa dengan kebutuhan lahan 118.86 hektare. Sumber air bendungan berasal dari Sungai Liliba dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 22,83 kilometer.
Bendungan tersebut juga memiliki kapasitas tampung 6,646 juta m3 dengan luas genangan 69,76 hektare untuk mendukung kebutuhan air baku di Kota Kupang sebesar 150,55 liter/detik.
Hadir mendampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Kasubag Umum dan TU, K.B.M.R Lake bersama Kasatker NVT ATAB..DJONIUR S. DOGA, ST.(Arnold).

Tinggalkan Balasan