Gubernur NTT Paparkan Capaian Dasa Cita Melki–Johni 2025: Dari UMKM hingga Reformasi Birokrasi Digital

Kupang,— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memaparkan capaian Dasa Cita 10 Program Prioritas Melki–Johni Tahun 2025 dalam agenda Coffee Morning Gubernur NTT bersama media massa, pada Rabu, 19 Desember 2025. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus transparansi publik atas ribuan kegiatan yang dijalankan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan NTT diarahkan pada penguatan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta reformasi tata kelola pemerintahan yang kolaboratif dan berbasis digital.

UMKM hingga NTT Mart

Salah satu capaian utama adalah penguatan UMKM berbasis sekolah dan komunitas. Saat ini telah berdiri 9 NTT Mart yang tersebar di empat wilayah daratan Timor, dua di Sumba, Flores dan satu di Rote. Program Dapur Flobamorata juga terus berjalan secara konsisten sebagai penggerak ekonomi berbasis pangan lokal.

“UMKM bukan sekadar program, tapi ekosistem. Kita dorong dari hulu hingga hilir,” ujar Gubernur.

Perempuan dan Anak Muda Jadi Motor Ekonomi

Pemprov NTT juga menempatkan anak perempuan dan generasi muda sebagai aktor utama penggerak ekonomi. Berbagai pelatihan kewirausahaan dan keterampilan kerja digelar untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan menekan pengangguran usia produktif.

Pariwisata Bertaraf Internasional

Di sektor pariwisata, Pemprov NTT menggelar agenda berskala global seperti Tour de Entete yang melibatkan 16 negara.

Melki menambahkan bahwa agenda tahunan pariwisata, termasuk lomba pohon Natal khas NTT, diarahkan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pariwisata NTT harus berdaya, berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Melki.

Jaminan Kesehatan dan Penanganan Stunting

Dalam bidang kesehatan, Pemprov bersama pemerintah pusat memperluas cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat tidak mampu, dengan target 100 ribu warga penerima manfaat. Perlindungan jaminan kecelakaan kerja bagi pekerja juga terus diperluas.

Program NTT Tangguh difokuskan pada percepatan penanganan stunting melalui intervensi gizi, sanitasi, dan edukasi keluarga.

Vokasi, Listrik Desa, dan Air Bersih

Pemerintah daerah memperkuat sekolah vokasi melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan dunia usaha. Di saat yang sama, program listrik desa dan jaringan air bersih terus digenjot sebagai fondasi menuju NTT sejahtera.

PAD, Reformasi Birokrasi, dan NTT Digital

Wakil Gubernur Johnin Asadoma menyoroti masih belum optimalnya pajak kendaraan bermotor sebagai sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami mengajak masyarakat sadar bayar pajak. Ini kewajiban warga negara yang baik sekaligus fondasi pembangunan daerah,” ujarnya.

Pemprov juga berkomitmen mengurangi kebocoran anggaran, meningkatkan kualitas layanan publik, menjamin kesejahteraan ASN, serta mendorong reformasi birokrasi melalui NTT Digital.

Tantangan Sosial: Perilaku Konsumtif dan Kesehatan

Pemerintah mengakui masih tingginya tantangan sosial, termasuk peningkatan penyakit menular seksual, serta pola hidup masyarakat yang cenderung konsumtif. Konsumsi sirih pinang, rokok, dan minuman keras menjadi perhatian serius.

“Masyarakat NTT harus bergerak dari konsumtif ke produktif. Hidup sehat dan tata kelola keuangan keluarga adalah kunci,” tegas Gubernur.

Sinkron dengan Program Nasional

Seluruh program daerah diselaraskan dengan agenda nasional seperti Sekolah Garuda, Koperasi Merah Putih, hilirisasi garam, Makan Bergizi Gratis (MBG), swasembada energi, dan swasembada pangan.

Kolaborasi Jadi Kunci

Menutup paparannya, Gubernur menekankan pentingnya kerja kolaboratif lintas sektor—melibatkan kampus, OPD, pelaku usaha, serta diaspora NTT di dalam dan luar negeri.

“NTT tidak bisa dibangun sendiri. Kolaborasi adalah jalan menuju perubahan,” ujarnya.

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *