HUT ke-67 NTT: Gubernur Melki Laka Lena Tekankan Persatuan, Desa sebagai Fondasi, dan Pembangunan Berkelanjutan

Kupang, —Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa masa depan NTT ditentukan oleh kemampuan seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan sekaligus mempercepat pembangunan yang adil dan berkelanjutan.

Penegasan itu disampaikan saat ia memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTT di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu pagi.
“NTT lahir dari perjuangan dan persatuan. Kita hidup di pulau-pulau yang terpisah laut, tetapi disatukan oleh semangat Ayo Bangun NTT yang berakar dari Pancasila,” kata Melki dalam amanatnya.

Menurut Melki, peringatan hari jadi provinsi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks—mulai dari ketimpangan wilayah, kualitas sumber daya manusia, hingga ancaman krisis lingkungan.

Desa Jadi Pusat Pembangunan

Dengan mengusung tema “Sinergitas 7 Pilar dalam Mendukung Percepatan NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan”,

Melki menekankan perubahan paradigma pembangunan: desa bukan lagi wilayah pinggiran, melainkan fondasi utama ekonomi daerah.

Ia menyebut sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat NTT. “Hasil bumi harus diolah di kampung sendiri, oleh orang kita sendiri, dan manfaatnya kembali ke rakyat NTT,” ujarnya.

Ekonomi Tumbuh, Alam Tetap Terjaga
Gubernur juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Pembangunan hari ini, kata dia, harus menjamin keberlanjutan hidup generasi mendatang.
“NTT tidak boleh maju dengan membayar harga kerusakan alam,” tegas Melki.

 

Fokus Kesehatan dan Pendidikan

Di bidang pembangunan manusia, Pemerintah Provinsi NTT terus memprioritaskan peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan. Program percepatan penurunan stunting, perluasan layanan kesehatan hingga wilayah terpencil, serta pemerataan akses pendidikan berkualitas menjadi agenda utama.

Capaian di sektor kesehatan pun mencatatkan prestasi nasional. NTT meraih penilaian sangat baik (nilai 8,31) atas pelaksanaan kerja dekonsentrasi melalui E-Monev Kementerian Kesehatan Tahun 2024.

Provinsi ini juga menerima penghargaan sebagai daerah dengan capaian intervensi spesifik stunting terbaik Regional II, serta Anugerah Lentera Emas 2025 untuk UPTD Pelatihan Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Kolaborasi dan Gotong Royong

Menutup amanatnya, Melki mengajak seluruh elemen masyarakat—pemerintah, DPRD, TNI-Polri, tokoh agama, pemuda, perempuan, hingga diaspora—untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan wilayah.

“Dengan semangat #BetaNTT—Manis dan Bae, Baku Sayang, Baku Jaga—mari kita berjalan bersama, bekerja dengan hati, dan membangun NTT yang bermartabat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” katanya.

Upacara HUT ke-67 NTT turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Wakil Gubernur Johni Asadoma, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perbankan, NGO, serta ASN, TNI, dan Polri.
Rangkaian acara diisi penyerahan sertifikat aset tanah Pemprov NTT, insentif guru dan tenaga kependidikan, bantuan bagi siswa miskin berprestasi, dukungan untuk SMK unggulan, serta penghargaan kepada Kompol Budi Guna Putra dari Ditpolairud Polda NTT atas jasanya melindungi ekosistem laut dari praktik perikanan merusak.

Perayaan ditutup dengan pemotongan tumpeng, pertunjukan seni pelajar, drumband, serta tarian Lego-lego dan Gawi yang melibatkan seluruh peserta—menegaskan semangat persaudaraan sebagai jantung NTT di usia ke-67.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *