​Jadi Garda Terdepan Hadapi Gejolak Global, Gubernur NTT Sidak Pasar Oeba: Pastikan Stok Pangan Aman!

Kupang,– Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global yang mulai menekan sektor pangan nasional, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat. Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Kota Kupang pada Jumat (10/4/2026).

​Langkah proaktif ini diambil sebagai bentuk perlindungan bagi masyarakat NTT agar daya beli tetap terjaga meski rantai pasok global sedang mengalami tekanan.

​Pemantauan dilakukan dengan membagi kekuatan menjadi dua tim strategis. Tim pertama dipimpin langsung oleh Gubernur Melki Laka Lena yang menyisir area Pasar Oeba, mulai dari Toko Grosir Panca Sakti, SPBU Oeba, hingga gerai retail O Mart.

​Sementara itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma memimpin tim kedua dengan sasaran pusat perbelanjaan modern seperti Hypermart Bundaran Tirosa dan MTM Mart.

​”Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan sejauh mana dampak gejolak ekonomi global memengaruhi harga di tingkat pedagang. Secara umum, kondisi di NTT masih relatif stabil,” ujar Gubernur Melki saat meninjau ketersediaan stok di Toko Panca Sakti.

​Berdasarkan hasil pemantauan, Gubernur mengakui adanya fluktuasi harga pada komoditas tertentu, namun masih dalam kategori terkendali. Berikut adalah poin-poin penting temuan di lapangan:

​Beras Premium: Mengalami kenaikan tipis sekitar Rp1.000 per kilogram. Sebagai langkah antisipasi, Pemprov NTT memastikan distribusi beras SPHP dari Bulog terus digelontorkan untuk mencegah kelangkaan.

​Minyak Goreng: Terdapat kenaikan harga pada kategori premium, namun stok dipastikan melimpah.

​Energi (BBM): Stok di SPBU Oeba terpantau aman dengan harga yang tetap mengikuti regulasi pemerintah.

​Bahan Pangan Lain: Stok telur ayam dilaporkan dalam kondisi aman dan sangat mencukupi kebutuhan warga.

​Dalam sidak tersebut, Gubernur menemukan adanya kekosongan stok gas LPG di O Mart. Merespons temuan ini, ia menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan koordinasi dengan pihak distributor untuk melacak hambatan distribusi yang terjadi.

​”Untuk LPG yang kosong, ini jadi catatan penting bagi kami. Pemerintah daerah akan segera melakukan tindak lanjut agar distribusi kembali normal dalam waktu singkat,” tegasnya.

​Aksi turun ke jalan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk melakukan intervensi cepat jika terjadi lonjakan harga yang signifikan. Gubernur Melki berharap masyarakat tidak perlu panik (panic buying), karena pemerintah menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok di pasar tetap terjaga.

​Dengan langkah strategis ini, Pemprov NTT optimis dapat memitigasi dampak krisis ekonomi global sehingga stabilitas ekonomi daerah tetap kokoh di tahun 2026.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *