Kupang — Pemerintah Kota Kupang menutup tahun 2025 dengan langkah yang jarang dilakukan kepala daerah: memangkas anggaran perjalanan dan fasilitas pimpinan demi mempertahankan program rumah layak huni bagi warga berpenghasilan rendah dan korban bencana.
Komitmen itu ditandai dengan penyerahan simbolis kunci rumah oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kepada warga penerima bantuan di Kelurahan Fatufeto, Kecamatan Alak, Sabtu, 27 Desember 2025.
“Bantuan rumah tidak boleh berkurang satu rupiah pun. Karena itu, kami memilih memangkas anggaran pimpinan,” kata Christian Widodo dalam sambutannya.
Pada 2025, Pemerintah Kota Kupang membangun 30 unit rumah layak huni, terdiri atas 28 unit untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 2 unit untuk korban bencana. Setiap unit dibangun dengan anggaran Rp80 juta, sehingga total dana yang dialokasikan dari APBD Kota Kupang mencapai Rp2,4 miliar.
Christian menegaskan, rumah yang diserahkan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kehidupan keluarga. “Rumah adalah tempat bertumbuhnya iman, harapan, dan masa depan anak-anak,” ujarnya.
Ia mengakui pembangunan dilakukan di tengah keterbatasan anggaran dan kebijakan efisiensi. Namun, pemerintah kota justru meningkatkan kualitas bangunan dibanding tahun-tahun sebelumnya agar aman dan layak huni, meski harga material terus meningkat.
Program rumah layak huni ini menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah, sekaligus upaya pemenuhan hak dasar masyarakat rentan.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kota Kupang menyebutkan, rumah-rumah tersebut tersebar di 21 kelurahan pada enam kecamatan di seluruh wilayah Kota Kupang.
Perwakilan penerima bantuan, Asni Daniel, mengatakan program tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. “Ini bukti pemerintah benar-benar hadir. Kami merasakan kepedulian itu, bukan hanya mendengar janji,” ujarnya.
Ia berharap program serupa terus berlanjut dan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.
Kegiatan penyerahan bantuan ditutup dengan peninjauan langsung rumah-rumah bantuan oleh Wali Kota Kupang bersama jajaran pemerintah daerah dan perwakilan instansi terkait.

Tinggalkan Balasan