Pangdam IX/UDAYANA Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kiuola

Kefamenanu,– Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana, Mayor Jenderal TNI Piek Budyakto, secara resmi meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada Minggu (30/6/2026). Peresmian ini menandai berakhirnya isolasi musiman bagi Dusun II dan III Desa Kiuola serta menjadi tonggak sejarah baru dalam percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan RI-RDTL.

Kegiatan peresmian turut dihadiri oleh Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., Dandim 1618/TTU Letkol Arm Bambang Heryanto, S.Sos., Danbrigif 21/Komodo Kolonel Inf Agus Ariyanto, Kapolres TTU AKBP Eliana Papote, S.I.K., M.M., Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yon Arhanud 2/ABW/2 Kostrad Letkol Arh Endis Fahrul Rizal, S.Hub.Int., M.Sc., Danyon TP 877/Biinmaffo Letkol Inf Muhammad Sandi Helly Wijaya, Plh. Sekda TTU, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan perangkat daerah, Camat Noemuti, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta masyarakat Desa Kiuola.

Jembatan Garuda Merah Putih merupakan jembatan gantung perintis sepanjang 80 meter yang menghubungkan Dusun I dengan Dusun II dan III Desa Kiuola. Infrastruktur strategis ini dibangun sebagai bantuan Presiden RI dan pengerjaannya dilaksanakan secara gotong royong oleh personel Kodim 1618/TTU bersama warga setempat. Kehadiran jembatan ini menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, terutama akses aman bagi pelajar menuju sekolah saat musim hujan dan kelancaran distribusi hasil pertanian dari Desa Banfanu, Seon, dan Noebaun yang memiliki lahan di area tersebut.

Dalam sambutannya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menegaskan bahwa Jembatan Garuda Merah Putih bukan sekadar penghubung fisik antarwilayah, melainkan simbol sinergi TNI-Pemerintah Daerah-Rakyat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat perbatasan. “Jembatan ini membawa harapan baru, memperkuat aktivitas sosial dan ekonomi, serta menjadi pijakan menuju masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus,” ujar Pangdam.

Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh TNI dan Pemerintah Pusat. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata kehadiran negara di daerah terpencil. “Ini adalah kado terbaik bagi warga Kiuola. Ketika TNI dan Pemda bergerak bersama, tidak ada desa yang tertinggal,” kata Bupati.

Dengan beroperasinya Jembatan Garuda Merah Putih, Pemkab TTU dan Kodim 1618/TTU berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan berkelanjutan guna memastikan aset strategis ini tetap berfungsi optimal. Pembangunan partisipatif melalui gotong royong juga akan terus digalakkan sebagai model ketahanan wilayah yang berbasis kebersamaan.

Peresmian Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kiuola hari ini menjadi bukti konkret bahwa pembangunan nasional telah menyentuh hingga pelosok perbatasan, membuka isolasi, dan menghadirkan keadilan akses bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tentang Jembatan Garuda Merah Putih:

– Lokasi: Desa Kiuola, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara

– Panjang: 80 meter (jembatan gantung perintis)

– Fungsi Utama: Menghubungkan Dusun I dengan Dusun II & III; akses petani Desa Banfanu, Seon, Noebaun; jalur aman pelajar saat musim hujan

– Sumber Dana: Bantuan Presiden RI

– Pelaksana: Gotong royong personel Kodim 1618/TTU dan warga Desa Kiuola

 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *