Progres Pekerjaan Jalan Strategis di TTS Lampaui Target, PUPR NTT Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur

TTS,— Program pembangunan infrastruktur jalan yang tengah dilaksanakan Dinas PUPR Provinsi NTT, Bidang Bina Marga, menunjukkan capaian signifikan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Hingga 28 September 2025, tiga paket pekerjaan strategis yang tengah berjalan mencatatkan progres melebihi rencana awal.

1. Rekonstruksi Ruas Jalan Sp. Niki-Niki – Oinlasi

Proyek dengan nilai kontrak Rp1,47 miliar ini dikerjakan PT Nanda Karya Putra Pratama dengan supervisi CV Kapita Konsultan. Penanganan sepanjang 843 meter terbagi dalam tiga segmen, masing-masing 390 meter, 140 meter, dan 313 meter.
Per 28 September 2025, progres fisik mencapai 98,97%, melampaui rencana 95,43% dengan deviasi positif +3,54%.

2. Penanganan Long Segmen Ruas Jalan Batu Putih – Panite

Proyek senilai Rp2,47 miliar dengan konsultan CV Internal Teknik ini mencakup rehabilitasi sepanjang 831 meter dan rekonstruksi 500 meter, total 1.331 meter.
Realisasi fisik tercatat 20,13%, lebih tinggi dari rencana 14,26%, atau deviasi positif +5,87%.

3. Penanganan Long Segmen Ruas Jalan Panite – Kolbano

Pekerjaan bernilai Rp2,46 miliar ini dilaksanakan oleh PT Nanda Karya Putra Pratama bersama CV Graha Mandiri Konsultan. Panjang penanganan mencapai 1.533 meter, terbagi atas rehabilitasi 850 meter dan rekonstruksi 683 meter.
Hingga 28 September 2025, progres fisik mencapai 55,22%, jauh melampaui target 18,73% dengan deviasi positif +36,49%.

Komitmen Pemerintah Daerah

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Andri Frans, saat meninjau langsung lokasi Panite–Kolbano pada Senin (30/9/2025), menegaskan bahwa capaian ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mempercepat konektivitas di wilayah TTS.

“Kami pastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi dan tepat waktu. Capaian progres ini adalah bukti kerja nyata demi kelancaran akses masyarakat dan peningkatan ekonomi daerah,” ujar Andri Frans.

Hal senada disampaikan Koordinator Pengawas, Yermi Raja, yang menekankan bahwa pengawasan melekat terus dilakukan agar mutu pekerjaan sesuai standar teknis.

Turut hadir dalam peninjauan, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTT, Buce Fanggidae, yang menegaskan proyek ini sebagai bagian penting dari upaya pemerintah provinsi membuka keterisolasian dan meningkatkan pelayanan publik di kawasan selatan TTS.

Tiga ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi masyarakat, mulai dari kawasan pertanian, perdagangan, hingga akses menuju destinasi wisata unggulan di TTS. Dengan percepatan pembangunan, masyarakat diharapkan segera merasakan manfaat berupa waktu tempuh yang lebih singkat, distribusi logistik yang lancar, serta peningkatan peluang ekonomi.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *