Rehabilitasi Irigasi di NTT Berjalan Sesuai Target, BBWS Pastikan Tahap Tiga Mulai Dikerjakan

Kupang — Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan rehabilitasi irigasi yang berada di bawah kewenangannya saat ini berjalan sesuai rencana. Bahkan, paket pekerjaan tahap ketiga telah resmi dikontrakkan dan mulai dilaksanakan di lapangan.

Kepastian itu disampaikannya kepada wartawan usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum ke-80, Rabu, 3 Desember 2025.

Menurut Parlinggoman, program rehabilitasi irigasi tersebut diharapkan dapat memulihkan indeks kinerja jaringan irigasi yang sebelumnya menurun, khususnya di wilayah kewenangan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota. Upaya ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) terkait peningkatan kinerja irigasi nasional.

“Kita berharap dengan adanya Inpres ini, kinerja irigasi yang menjadi kewenangan provinsi dan kabupaten semakin membaik,” ujarnya.

 

Tenggat 31 Desember, 66 Titik Irigasi Dikebut

BBWS Nusa Tenggara II diberi batas waktu hingga 31 Desember 2025 untuk merampungkan seluruh pekerjaan pada Inpres tahap kedua. Meski jumlah lokasi sangat besar—mencapai 66 titik—Parlinggoman optimistis penyelesaian tetap dapat dikejar.

Untuk mempercepat proses, serah terima pekerjaan akan dilakukan secara parsial.
“Mana lokasi irigasi yang sudah selesai, langsung kita serahkan. Kalau ada yang belum 100 persen, akan kita gunakan mekanisme RPATA,” jelasnya.

Melalui mekanisme RPATA, kontraktor dapat memperoleh tambahan waktu penyelesaian selama 450 hari pertama jika diperlukan.

Musim Tanam dan Hujan Hambat Pekerjaan

Parlinggoman mengakui bahwa kondisi musim tanam dan awal musim hujan menjadi kendala utama. Pekerjaan konstruksi tidak bisa dilakukan secara maksimal karena aliran air harus tetap dipertahankan bagi kebutuhan petani.

“Ada kehilangan waktu kerja karena kita harus terus mengalirkan air bagi petani, apalagi sekarang masuk musim tanam dan menuju musim hujan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tetap menargetkan seluruh pekerjaan selesai 100 persen pada tahun ini.
“Tidak ada toleransi untuk penyelesaian di luar target,” tegasnya.

 

Proyek Bendungan Manikin dan Mbay Jadi Prioritas

Selain rehabilitasi irigasi, BBWS Nusa Tenggara II juga memprioritaskan pembangunan Bendungan Manikin dan Bendungan Mbay. Khusus Bendungan Manikin, target awal yang direncanakan rampung pada 2026 diperkirakan mundur hingga 2028 karena adanya relaksasi terkait pemindahan jalan raya.

Proses bonding anggaran juga akan disesuaikan dengan ketersediaan dana pemerintah pusat.

“Kami berharap seluruh target yang diamanatkan pemerintah pusat dapat kita tuntaskan sesuai rencana,” pungkasnya.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *