Tanpa Gaji, Demi TTU: Bupati Falent Tunjuk Dua Staf Khusus Profesional

Kefamenanu,– Di tengah wacana politik yang sering kali dikaitkan dengan transaksi kekuasaan, Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, memberikan kejutan positif. Pada Rabu (22/7/2026), ia resmi menunjuk Elias Koa, SE sebagai Staf Khusus Bidang Hubungan Masyarakat, Pembangunan, dan Investasi, serta H. Fahmi H. Abdulahi, SE sebagai Staf Khusus Bidang Ekonomi. Yang membedakan penunjukan ini dari norma umum: keduanya bekerja secara sukarela tanpa menerima gaji sepeser pun dari APBD.

Langkah berani ini bukan sekadar efisiensi anggaran, melainkan pernyataan sikap tegas tentang makna pengabdian. Bupati Falent menegaskan bahwa kedua tokoh tersebut dipilih murni berdasarkan kapasitas, kompetensi, dan rekam jejak profesional mereka, bukan karena kedekatan politik atau kepentingan transaksional.

Kompetensi di Atas Kepentingan Pribadi

Elias Koa, dengan latar belakangnya yang kuat di bidang komunikasi strategis dan investasi, diharapkan mampu membuka citra positif TTU di mata investor nasional maupun internasional. Sementara H. Fahmi H. Abdulahi, yang telah dikenal melalui kontribusinya dalam pemberdayaan ekonomi rakyat, akan fokus merumuskan kebijakan ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung pada UMKM serta sektor produktif daerah.

“Kedua orang ini punya kapasitas di bidang masing-masing untuk membantu pemerintah,” ujar Bupati Falent.

Ia menekankan bahwa kehadiran mereka adalah untuk memperkuat kinerja birokrasi dengan masukan-masukan strategis yang berbasis data dan pengalaman lapangan, bukan sekadar formalitas jabatan.

Poin paling menyentuh dari pengumuman ini adalah kesediaan Elias Koa dan H. Fahmi H. Abdulahi untuk mengabdi tanpa imbalan finansial. Dalam sistem pemerintahan di mana setiap posisi sering kali diperhitungkan secara ekonomis, langkah ini mengirimkan gelombang kejut positif bagi publik.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kesiapan dan kerelaan Bapak berdua. Jabatan staf khusus ini tidak ada gajinya. Mari kita bangun daerah kita,” tutup Bupati Falent Kebo

Kalimat terakhir itu bukan sekadar retorika, melainkan ajakan moral bagi seluruh elemen masyarakat TTU. Bahwa pembangunan daerah bukanlah ladang mencari untung, tetapi tanggung jawab kolektif yang harus dipikul dengan hati yang tulus.

Penunjukan staf khusus tanpa gaji di TTU layak menjadi inspirasi nasional. Ini membuktikan bahwa masih ada ruang bagi politik yang bersih, di mana kualifikasi profesional lebih dihargai daripada loyalitas buta, dan di mana pengabdian kepada rakyat tidak perlu dibayar dengan uang negara.

Di era di mana kepercayaan publik terhadap institusi politik sering kali rendah, gestur integritas seperti yang ditunjukkan Bupati Falent dan dua staf khususnya adalah obat penawar yang ampuh. Mereka mengingatkan kita bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang melayani, bukan yang dilayani.

Dengan dua otak strategis yang kini bekerja sukarela untuk TTU, harapan baru terbuka lebar. Bukan hanya untuk percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk pemulihan martabat politik lokal yang berintegritas, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *