Kupang,– Nama Yosef Rasi bukanlah sosok asing di kalangan aparatur sipil negara (ASN) dan birokrat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak 24 Maret 2024, pria kelahiran Nuagau, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka itu dipercaya menakhodai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT.
Diangkat langsung oleh Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia GL Kalake, Yosef Rasi atau akrab disapa Yos Rasi, kini menjadi figur sentral di balik manajemen talenta dan pengembangan sumber daya manusia di jajaran ASN provinsi. Meski memegang kendali di salah satu posisi strategis, pembawaannya tetap sederhana: kalem, bersahaja, dan selalu menebar senyum. Tak heran jika banyak yang menjulukinya sebagai “koki kalem di dapur kepegawaian NTT”.
Jejak Awal: Dari Pasar ke Kantor Pemerintahan
Sebelum masuk ke dunia birokrasi, Yos Rasi bukanlah sosok yang langsung berkecimpung di pemerintahan. Ia sempat berprofesi sebagai pedagang antar pulau, menjual ikan kering, buah, hingga sayuran dari Flores ke Timor dan sebaliknya.
“Hidup pernah mengajarkan saya, jangan gengsi untuk mulai dari bawah. Justru dari situ kita ditempa untuk kuat menghadapi tantangan yang lebih besar,” kenang Yos.
Perjalanan hidup ini ditempuh setelah ia menamatkan pendidikan sarjana di Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang pada 1995. Jiwa gigih dan kerja kerasnya diyakini merupakan warisan dari kedua orang tuanya, mendiang Wihelmus Woda dan Maria Daba, petani sederhana yang juga pengrajin moke.
Berkat ketekunan akademik dan semangat juangnya, Yos berhasil meraih beasiswa Supersemar, bahkan aktif dalam organisasi mahasiswa ekstra kampus, khususnya PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia).
Meniti Tangga ASN: Dari Staf Hingga Kepala BKD
Karier Yos di birokrasi dimulai pada akhir 1998, ketika ia lolos tes pegawai negeri. Tahun 1999, ia resmi menjadi ASN muda dan ditempatkan di Biro Kepegawaian Provinsi NTT.
Langkah kariernya terus menanjak:
2003–2011: Kepala Sub Bagian Kepegawaian Umum, Dinas Pekerjaan Umum NTT.
2009: Menyelesaikan studi Magister Administrasi Publik di Undana Kupang.
2024: Dilantik sebagai Kepala BKD Provinsi NTT.
Kini, memasuki masa pemerintahan Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma, Yos tetap dipercaya melanjutkan amanah tersebut.
“ASN bukan sekadar profesi, melainkan panggilan untuk melayani. Jika pelayanan itu tulus, maka masyarakat akan merasakannya,” ujar Yos tegas namun tenang.
Peran Strategis: SDM sebagai Pilar Pembangunan
Sebagai Kepala BKD NTT, Yos memegang tanggung jawab krusial: memastikan kebijakan kepegawaian berjalan transparan, objektif, dan berpihak pada peningkatan mutu ASN. Dalam konteks birokrasi modern, peran ini bukan sekadar administratif, melainkan strategis—menentukan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Tugas saya seperti koki. Dapur harus rapi, bahan harus segar, dan hasilnya harus bisa dinikmati orang banyak. Begitu juga birokrasi: ASN harus ditata baik, dikembangkan, agar hasil kerja mereka bisa dirasakan masyarakat,” tuturnya dengan senyum khas.
Antara Kalem dan Visioner
Di mata kolega, Yos dikenal bukan hanya sebagai birokrat, tapi juga mentor dan teladan kerja keras. Karakter kalemnya membuat suasana kerja terasa cair, namun tetap tegas dalam prinsip. Latar belakang sebagai pedagang yang pernah merasakan kerasnya hidup membuatnya peka terhadap tantangan yang dihadapi ASN di lapangan.
“Kalem bukan berarti pasif. Saya percaya keputusan yang tenang justru lebih kuat daripada keputusan yang terburu-buru,” katanya suatu kali kepada stafnya.
Dengan gaya kepemimpinan seperti itu, Yos Rasi tak sekadar menjalankan mesin birokrasi. Ia menghadirkan wajah baru: birokrasi yang humanis, modern, dan dekat dengan masyarakat.
Perjalanan hidup Yosef Rasi adalah potret nyata tentang bagaimana kegigihan, kesederhanaan, dan integritas dapat membawa seseorang dari pasar tradisional ke kursi strategis birokrasi provinsi. Dari anak desa di Sikka, pedagang antar pulau, hingga kini Kepala BKD NTT—kisahnya menjadi inspirasi bahwa birokrasi pun bisa dipimpin dengan hati dan senyum.
“Saya selalu percaya, dari desa terpencil sekalipun lahir orang-orang yang bisa memberi arti bagi bangsa. Kuncinya ada pada pendidikan, kerja keras, dan kejujuran,” ucapnya mantap.
Yosef Rasi, koki kalem di dapur kepegawaian NTT—menyajikan masa depan birokrasi yang lebih transparan, profesional, dan humanis.(Arnold).

Tinggalkan Balasan