Nasipanaf,— Implementasi Program Makan Bergizi (MBG) bagi siswa di SDI Nasipanaf berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari para siswa, guru, dan orang tua.
Sebanyak 439 siswa, terlihat aktif dan antusias menyambut pembagian makanan bergizi yang dilakukan wali kelas dan staf sekolah pada hari pertama peluncuran program ini.
Kepala Sekolah Kristina Pare Kodu, S.Pd, menegaskan bahwa MBG tidak hanya mendukung pertumbuhan anak-anak, tapi juga menumbuhkan motivasi belajar dan kehadiran yang lebih baik di sekolah.
“Program ini meningkatkan semangat siswa, yang biasanya kurang bersemangat saat jam makan siang, kini menjadi lebih rajin dengan adanya MBG,” ujarnya kepada media pada Senin, 29 /09/2025.
Kristina juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian khusus terhadap generasi penerus bangsa melalui program ini.

Menurutnya, keberlanjutan dan kecermatan dalam pemilihan menu makanan bergizi sangat penting, sehingga santan dan bahan berisiko lainnya sengaja dihindari demi menjaga kesehatan anak-anak sesuai standar gizi.Namun, pelaksanaan MBG tidak terbebas dari tantangan.
Fasilitas seperti meja makan yang masih terbatas menjadi kendala yang tengah diupayakan solusinya oleh pihak sekolah. guru dan staf pun bergerak cepat untuk membantu distribusi makanan di kelas agar berjalan efisien dan tertib.
Dari 439 siswa, hanya tujuh siswa yang memilih tidak mengikuti program MBG tanpa paksaan—sebuah bukti transparansi dan kebebasan dalam pelaksanaan ini.
Bahkan, keterlibatan orang tua dalam mendukung distribusi makanan menunjukkan sinergi positif antara sekolah dan masyarakat.
Koordinasi dengan orang tua sebelumnya juga telah dilakukan untuk memastikan siswa membawa peralatan makan sendiri, menghindari ketergantungan pada pihak sekolah, dan menjaga kebersihan bersama. Langkah ini memperlihatkan pendekatan partisipatif yang matang dan bertanggung jawab dalam menjalankan program.Secara umum, tingkat kepuasan mencapai 90 persen, dengan siswa dan guru sama-sama mengapresiasi manfaat makanan bergizi bagi konsentrasi belajar dan keseharian di sekolah. Kepala sekolah menekankan pentingnya memperkuat program ini sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas pendidikan dan kesehatan anak-anak.
Program MBG di SDI Nasipanaf menjadi contoh konkret bahwa perhatian terhadap gizi anak bangsa tidak boleh setengah hati, meski terdapat sejumlah kendala teknis yang masih perlu dituntaskan. Ini adalah keberhasilan awal yang wajib diapresiasi dan dikembangkan dengan sinergi semua pihak demi masa depan generasi penerus yang lebih sehat dan cerdas.( Arnold).

Tinggalkan Balasan