“Pelajaran Marah dari Dua Etnis: Timor dan Solo” Kesan Prof. Jefri Bale

Jakarta,- Dihadapan para tamu undangan pada pelantikannya sebagai Rektor pada 8 Desember di Jakarta, Prof. Jefri Bale menyampaikan sebuah kesan yang tak hanya mengundang senyum, tetapi juga memancarkan kedalaman relasi akademik yang dibangun dengan para pendahulunya.

Dengan suara yang tenang namun sarat emosi, Prof. Jefri Bale mengenang sosok Prof. Max, yang menurutnya tidak hanya memberi arahan dalam memimpin, tetapi meninggalkan warisan nilai yang melekat di hati.

“Prof. Max mengajarkan saya satu hal yang tak pernah saya lupa — bagaimana marah dengan gaya orang Timor, tetapi memakai aksen orang Solo.”

Kalimat itu sontak memecah keheningan menjadi gelombang tawa hangat. Namun di balik nuansa humor, tersimpan pesan mendalam yang membuat seluruh ruangan terdiam sejenak untuk merenung.

Ungkapan tersebut bukan sekadar permainan kata. Bagi Prof. Jefri Bale, itu adalah metafora tentang keseimbangan dalam kepemimpinan:

  • Ketegasan ala Timor yang kuat, lugas, dan tanpa keraguan;
  • Kelembutan ala Solo yang halus, penuh etika, dan tetap menjaga martabat.

Dua karakter yang tampak bertolak belakang itu justru melebur menjadi satu filosofi: bahwa seorang pemimpin harus mampu bersikap tegas tanpa kehilangan kehangatan, dan tetap berprinsip tanpa mengabaikan sisi kemanusiaan.

Di momen pelantikan itu, kesan singkat tentang Prof. Max berubah menjadi pengingat abadi—bahwa kepemimpinan tidak hanya dipelajari dari teori dan jabatan, tetapi dari manusia ke manusia, dari teladan ke teladan.

Dan bagi Prof. Jefri Bale, pelajaran itu akan terus menyertai setiap langkahnya dalam memimpin:
tegas, tapi tetap menenangkan; kuat, namun tak pernah meninggikan suara kecuali pada nilai-nilai yang harus diperjuangkan.

Sebuah pesan sederhana, jujur, dan begitu Indonesia—lahir dari persilangan dua budaya, lalu menjelma menjadi kompas moral seorang rektor baru.. (Arnold)

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *