Penulis Buku Mosalaki Mbay,Dr Gabriel M Ndawa meminta agar eksistensi budaya Mbay harus tetap di pertahankan jangan sampai hilang.Hal tersebut disampaikan saat peluncuran buku dan dialog budaya di Aula Santo Paulus Kampus Unika Kupang pada Jumat,19 Juli 2024.
Penulis Buku Mosalaki Mbay: Penyemai Identitas dan Kekuatan Budaya Masyarakat Adat juga meminta agar para Ilmuwan dapat mengabadikan budaya di daerah Mbay.
Pasalnya,meskipun budaya lokal kian terancam namun harus tetap diwariskan hingga anak cucu.
“Meski Budaya Lokal sangat terancam,karena itu kita harus kembali mewariskan kepada anak cucu,”ujar Dosen STIM Kupang.
Ia juga meminta agar bila perlu masyarakat tiap generasi mencatat semua budaya agar mewariskan kepada anak cucu.
Nancy A. Florida S.S M.Pd yang juga salah seorang penulis buku Mosalaki Mbay dalam kesempatan tersebut menggunakan bahwa buku tersebut akan dibagikan secara gratis untuk sekolah,Perguruan Tinggi dan Dinas – dinas di Kabupaten Nagekeo.

Dikatakan,bahwa buku ini menjawab kebutuhan semua elemen karena ke depan banyak orang luar juga ikut menikmati.
Nancy menyebutkan bahwa buku tersebut terdapat dalam dua versi baik cetak maupun versi Ebook sehingga jika dibutuhkan bisa di download.
Nancy juga berterima kepada Pemerintah Desa,para Mosalaki atas penerimaan dan keramatamaan yang luar biasa.
Karena ingin menjaga Nilai Luhur Nenek Moyang Menurut Nanncy inspirasi dan niat untuk meneliti dan menulis hasil penelitian ini menjadi buku sesungguhnya termotivasi dari minimnya literatur atau bahan bacaan yang mengulas tentang adat istiadat masyarakat Mbai.
Karena itu, ketika kami bertemu masyarakat, dan kami menyampaikan tentang rencana penelitian dan penulisan Buku Mosalaki Mbay: Penyemai Identitas dan Kekuatan Budaya Masyarakat Adat, masyarakat sangat antusias. Mereka bangga karena mengangkat kembali budaya lokal. Derajat, harkat dan martabat masyarakat Mbai serasa terangkat dan terpelihara kembali dengan baik melalui buku ini,” katanya.
“ Buku ini sangat penting untuk menjaga budaya dan nilai-nilai luhur yang telah ditanamkan oleh nenek moyang,” ujar Alumnus Sastra Amerika tersebut.
Acara peluncuran buku dan dialog budaya ini dipandu oleh moderator Isodorus Lilijawa, S.Fil, MM dihadiri para pemerhati budaya dari Kabupaten Ngada dan Nagekeo, para Mosalaki Mbai atau Maestro serta kaum muda generasi penerus masyarakat Mbay yang ada di Kupang.Hadir pula Pater Philipus Tulle,SVD selaku Editor buku Mosalaki Mbay.

Tinggalkan Balasan