“Semangat Bertahan di Tengah Lupa: Petani Kuni Bisnaen Menanti Uluran Tangan Pemerintah”

Mollo Utara, TTS – Di tengah gemuruh janji pembangunan sektor pertanian, Kelompok Tani Kuni Bisnaen dari Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), menjadi potret nyata perjuangan petani kecil yang bertahan dengan semangat dan kerja keras. Namun, di balik keteguhan mereka, ada jeritan yang perlu didengar: minimnya perhatian pemerintah.

Sejak 2015, kelompok ini mengelola lahan sayur seluas 1 hektare secara manual. Dengan jerih payah, mereka memanen sawi untuk dipasarkan ke Kupang. Namun, keterbatasan alat dan bahan membuat hasil usaha mereka jauh dari optimal.

“Kami hanya ingin alat sederhana seperti kultivator, pupuk, dan obat penyubur. Dengan itu, kami bisa meningkatkan hasil panen dan mendukung program makan siang bergizi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Fery Kase, pembina kelompok.

Fery menambahkan, usaha yang dibangun dengan gotong-royong ini mampu menggerakkan para anggotanya, termasuk para ibu rumah tangga, untuk aktif berkontribusi. Sayangnya, minimnya dukungan membuat penghasilan mereka hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa ada sisa untuk biaya pendidikan anak-anak.

“Jika pemerintah mau membantu, kami bisa memperluas lahan hingga 4 hektare. Tapi sekarang, semuanya terasa berat karena kami hanya mengandalkan tenaga manual,” kata Nofendis Sasi Bria, bendahara kelompok.

Kendala yang Mencekik

Tidak adanya alat modern seperti kultivator.

Kurangnya pupuk dan obat-obatan pertanian.

Modal yang terbatas untuk memperluas lahan.

Di tengah keterbatasan ini, Fery dan anggota kelompok tetap menjaga harapan. Mereka berharap pemberitaan ini dapat mengetuk hati pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat untuk memberikan bantuan konkret.

Teriakan dari Pelosok
“Kami tidak butuh janji-janji. Kami butuh tindakan nyata! Bantu kami agar hasil panen ini tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga bisa meningkatkan taraf hidup keluarga kami dan mencerdaskan anak-anak kami,” ujar Fery dengan nada tegas.

Kelompok Tani Kuni Bisnaen adalah cerminan kerja keras petani kecil di NTT. Mereka tak butuh belas kasihan, melainkan keberpihakan dan dukungan nyata. Jika mereka dibiarkan berjuang sendiri, maka program-program besar yang dicanangkan pemerintah hanya akan menjadi jargon tanpa makna.

Apakah jeritan dari pelosok ini akan dijawab? Ataukah hanya akan hilang ditelan hiruk pikuk politik? Waktu akan menjawab.

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *