Wali Kota Kupang Tinjau Sentra IKM Garam Beryodium

Kupang– Pemerintah Kota Kupang mulai mengambil langkah serius dalam membangkitkan potensi industri lokal. Hal ini terlihat dari kunjungan kerja Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, ke Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Garam Beryodium di Kelurahan Penkase-Oeleta, Kecamatan Alak.

Fasilitas produksi yang sempat diuji coba pada tahun 2021 itu kini menjadi perhatian utama pemerintah kota sebagai bagian dari program reaktivasi industri berbasis potensi daerah.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Rabu (tanggal menyusul), Wali Kota turut didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, Alfred A. Lakabela, S.Pd., M.Pd., Camat Alak Yulianus Willem Pally, S.H., Lurah Penkase-Oeleta, serta sejumlah pejabat teknis dari Dinas Perindustrian Kota Kupang.

“Kita ingin sentra ini kembali aktif dan mampu menopang pertumbuhan UMKM di bidang industri garam. Ini adalah aset yang harus kita maksimalkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat,” tegas dr. Christian Widodo.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor agar keberadaan sentra IKM ini benar-benar memberi dampak ekonomi yang nyata. Menurutnya, Pemkot Kupang siap membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan dan terbuka bagi investor yang ingin terlibat dalam pengembangan industri garam beryodium.

“Tugas dari instansi teknis adalah memastikan seluruh fasilitas produksi dalam kondisi siap digunakan. Kita butuh sinergi konkret agar sentra ini benar-benar hidup dan berkontribusi pada perekonomian lokal,” tambahnya.

Wali Kota juga mendorong agar proses reaktivasi ini dijalankan secara profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil jangka panjang. Ia melihat peluang besar menjadikan industri garam sebagai sektor unggulan Kota Kupang mengingat sumber daya alam yang mendukung dan kebutuhan pasar yang terus meningkat.

Sentra IKM Garam Beryodium ini sebelumnya dibangun sebagai bagian dari strategi hilirisasi garam lokal di Kota Kupang. Namun sejak uji coba pada 2021, aktivitasnya belum berjalan optimal. Kini, Pemerintah Kota Kupang ingin menghidupkannya kembali sebagai motor penggerak ekonomi berbasis potensi kelautan dan industri kecil.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang menyatakan komitmennya untuk segera melakukan inventarisasi peralatan, mengidentifikasi kebutuhan revitalisasi, dan menyusun skema kerja sama operasional dengan pelaku industri lokal.

Dengan langkah ini, Pemkot Kupang berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan memperkuat posisi Kota Kupang dalam rantai pasok garam nasional.

#KupangBangkit #IKMGaramBeryodium #EkonomiLokal #UMKM #PemkotKupang

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *