Bupati Kupang Bidik Pulau Tikus Jadi Destinasi Wisata Strategis dan Lokasi Rapat Pemerintahan

Kupang, – Bupati Kupang, Yosef Lede, mengumumkan rencana ambisius untuk menjadikan Pulau Tikus di Kecamatan Sulamu sebagai destinasi wisata baru sekaligus lokasi strategis untuk kegiatan pemerintahan. Pulau kecil tak berpenghuni ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat kegiatan produktif dan atraktif yang tidak hanya menyajikan keindahan alam, tetapi juga mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Dalam pernyataannya, beberapa waktu lalu Bupati Yosef Lede menyebut bahwa Pulau Tikus akan difungsikan sebagai tempat pertemuan alternatif bagi pemerintah daerah, menggantikan hotel-hotel yang selama ini menjadi lokasi rapat. “Ke depan, tidak ada lagi rapat-rapat di hotel.

Kabupaten Kupang memiliki kekayaan alam luar biasa yang harus dimanfaatkan. Pulau Tikus akan dilengkapi dengan fasilitas representatif untuk rapat, dan kami akan menjadwalkan agenda rutin pemerintah di sana,” tegasnya.

Langkah ini bukan sekadar wacana. Bupati Kupang langsung mengeksekusi rencana tersebut dengan melakukan kunjungan dan survei ke Pulau Tikus. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kupang Teldy Sanam, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Okto Tahik, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Hengki Loden, Camat Sulamu, dan Kepala Desa Pantulan. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam proses pembangunan infrastruktur penunjang di pulau tersebut.

Bupati Yosef menegaskan, transformasi Pulau Tikus menjadi kawasan wisata dan pusat kegiatan pemerintahan sejalan dengan program nasional Asta Cita Presiden Prabowo. Menurutnya, Kecamatan Sulamu menyimpan potensi besar yang selama ini belum tergarap secara optimal. “Jika Pulau Tikus dilengkapi dengan fasilitas pendukung dan dipromosikan secara tepat, maka kawasan ini bukan hanya menjadi destinasi wisata unggulan, tetapi juga mampu menggeliatkan sektor kelautan, perikanan, serta UMKM lokal,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa keberadaan aktivitas pemerintah di Pulau Tikus akan memberikan efek domino terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Mobilitas pejabat dan kegiatan rapat yang digelar secara rutin di pulau tersebut diyakini akan menciptakan pasar baru bagi sektor transportasi, kuliner, jasa pariwisata, dan kerajinan tangan masyarakat lokal. “Dengan sendirinya, ini akan mendongkrak perekonomian warga sekaligus menaikkan PAD Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Yosef juga memberikan instruksi langsung kepada Dinas PU untuk segera memperbaiki Dermaga Rakyat Sulamu yang saat ini dalam kondisi rusak. Dermaga tersebut menjadi akses vital bagi masyarakat nelayan dan akan menjadi jalur utama menuju Pulau Tikus. “Fasilitas dasar seperti dermaga harus dibenahi terlebih dahulu agar mobilitas ke pulau dapat lancar, baik untuk masyarakat maupun untuk mendukung kegiatan wisata dan pemerintahan ke depan,” tambahnya.

Rencana pengembangan Pulau Tikus ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Kupang dalam menciptakan inovasi pembangunan yang berbasis potensi lokal. Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah, mengurangi ketergantungan pada fasilitas komersial di luar, dan memaksimalkan kekayaan alam yang dimiliki secara berkelanjutan.

Dengan komitmen yang kuat dan eksekusi cepat dari pemerintah, Pulau Tikus berpeluang besar menjadi ikon baru pariwisata dan pusat kegiatan pemerintahan di Kabupaten Kupang. Kini, tinggal bagaimana sinergi antara pemda, legislatif, dan masyarakat lokal dapat terus dijaga untuk mewujudkan visi besar ini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *