Di Antara Rindu dan Doa, Nama Opa Guido Naihati Abadi”

Naimata, -Tak ada yang abadi, selain kenangan dan kasih yang tertanam dalam hati. Seperti senja yang perlahan tenggelam di balik cakrawala, kepergianmu,Opa Guido Naihati, adalah perpisahan yang tak kami duga namun akan selamanya terpatri dalam ingatan kami.

Engkau bukan hanya seorang suami, ayah, opa, dan orangtua—engkau adalah mercusuar kami, yang memandu dalam badai, dan pelita yang tak pernah padam di tengah gelapnya hari-hari. Dalam diam, engkau mengajarkan kekuatan. Dalam tawa, engkau selipkan harapan. Dalam setiap langkah, engkau tinggalkan jejak teladan.

Kini, ketika waktu memanggilmu kembali ke haribaan-Nya, kami hanya bisa menatap langit dan berharap bintang yang paling terang di malam hari adalah engkau—menjaga kami dari kejauhan, seperti biasa engkau lakukan di dunia ini.

Kami tahu, hidup adalah stasiun, dan setiap jiwa punya kereta yang akan membawanya pulang. Hari ini, keretamu telah datang. Engkau pamit dengan tenang, membawa serta cinta kami yang tak bersyarat.

Namun cinta tak mengenal jarak. Canda tawamu masih menggema di sudut-sudut rumah, dalam percakapan ringan, dalam bisik doa yang lirih. Kepergianmu bukan akhir dari cerita, tapi bab baru dalam kisah cinta yang tak akan pernah habis kami kenang.

Jaga dan doakan istri tercintamu, Petronella Sallu. Anak-anakmu Ino, Arwa, Egi. Dan cucu-cucu dan kami semua yang mencintaimu tanpa batas.

Terima kasih telah menjadi rumah bagi kami, tempat kami pulang, berlindung, dan belajar mencinta. Kini, biarkan kami menjadi penjaga nyala yang engkau tinggalkan.

Selamat jalan orang baik, orang tua kami. Opa Guido Doa dan rindu kami mengiringi setiap langkahmu.Naimata, 09 April 2025

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *