Kupang, — Suasana haru menyelimuti Bandara El Tari Kupang pagi ini. Ribuan umat Katolik dan warga lintas agama memadati area bandara dan sepanjang jalan raya menuju kota Kupang, menyambut kedatangan jenazah Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang (KAK), Mgr. Petrus Turang, Pr. Sosok gembala yang selama puluhan tahun setia melayani umat di Nusa Tenggara Timur kini kembali ke tanah kelahirannya untuk menerima penghormatan terakhir dari umat yang mencintainya.
Jenazah Uskup Turang dijadwalkan tiba pukul 11.00 WITA menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Namun sejak pukul 08.35 WITA, suasana di area VIP Bandara El Tari sudah dipenuhi oleh pelayat. Di lobi VIP, telah disiapkan tempat khusus untuk meletakkan peti jenazah sang uskup yang dihormati.
Tampak hadir sejumlah tokoh penting, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Agung Kupang, organisasi Pemuda Katolik, hingga anggota Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang. Tak ketinggalan pula kehadiran anggota TNI AU yang turut bersiap menyambut kedatangan tokoh rohani yang telah memberi kontribusi besar bagi perdamaian dan toleransi di wilayah timur Indonesia.
Pemandangan luar biasa terjadi di luar area bandara. Ribuan umat dari berbagai kalangan tumpah ruah di sepanjang jalan menuju bandara. Mereka datang dengan mengenakan pakaian hitam, membawa bunga, lilin, dan gambar Uskup Turang. Tangis haru pecah di antara kerumunan, sementara doa dan nyanyian rohani mengiringi suasana duka yang begitu kental terasa.
Kehadiran massal umat ini menjadi bukti cinta dan penghormatan mendalam terhadap Mgr. Petrus Turang. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati, bijaksana, dan tak pernah lelah menyerukan nilai-nilai kasih, persatuan, dan pengabdian.
“Beliau bukan hanya pemimpin gereja, tapi juga bapak bagi kami semua. Sosok yang selalu hadir dalam suka dan duka umat,” ujar Maria, salah satu umat yang datang dari Soe sejak dini hari.
Tidak hanya dari wilayah Kota Kupang, pelayat juga datang dari daerah-daerah lain di NTT seperti Timor Tengah Selatan, Belu, Malaka, hingga Flores. Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi memberikan penghormatan terakhir bagi gembala mereka.
Upacara penyambutan jenazah dirancang dengan penuh khidmat dan adat istiadat lokal, mencerminkan kehormatan yang besar terhadap sosok Uskup Turang. Setelah tiba, jenazah akan dibawa menuju Katedral Kristus Raja Kupang untuk disemayamkan sebelum prosesi pemakaman yang direncanakan akan berlangsung secara agung dalam waktu dekat.
Kepulangan jenazah Uskup Emeritus Petrus Turang ke Kupang menjadi momen duka kolektif sekaligus perayaan atas kehidupan seorang pemimpin sejati. Sosoknya akan terus hidup dalam hati umat yang pernah disentuh oleh kebijaksanaan dan kasihnya.
NTT berkabung, tetapi juga bersyukur—pernah memiliki seorang gembala seperti Mgr. Petrus Turang. Terima kasih atas cinta dan pelayananmu, Bapa Uskup. Selamat jalan

Tinggalkan Balasan