Kupang,— Suasana tenang di lingkungan Kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang mendadak berubah mencekam. Seorang pria ditemukan tewas tergantung di gerbang utama kampus yang berlokasi di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kejadian ini sontak menggegerkan masyarakat dan civitas akademika Unwira.
Korban yang belum sepenuhnya teridentifikasi itu diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan seutas tali masih melilit leher dan ujungnya terikat erat pada besi pagar kampus. Di sekitar lokasi, hanya terdapat sepasang sandal jepit dan sebuah telepon genggam, menjadi saksi bisu tragedi memilukan ini.
Penemuan menggemparkan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang satpam kampus bernama Aris, sekitar pukul 20.30 WITA. Saat hendak membuka gerbang kampus pada malam hari, Aris melihat sosok pria berdiri mematung di sudut pagar. Awalnya, ia tidak menyadari bahwa pria tersebut telah meninggal.
“Saya masuk gerbang, posisinya membelakangi saya. Saya pikir orang sedang berdiri biasa,” ujar Aris dalam keterangannya kepada aparat kepolisian.
Merasa ada yang tidak beres, Aris segera melapor kepada dua rekannya, Anis dan Bento. Ketiganya kemudian bersama-sama mendatangi lokasi. Ketika didekati, barulah mereka menyadari bahwa pria itu sudah tidak bernyawa.
Tim kepolisian segera tiba di tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari pihak keamanan kampus. Proses olah TKP pun dilakukan dengan ketat. Jenasah korban selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Titus Uli Kupang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk identifikasi resmi dan autopsi.
Petugas juga memintai keterangan satpam lain bernama Alo, yang bertugas pada shift siang. Alo menjelaskan bahwa saat gerbang ditutup sekitar pukul 18.00 WITA, kondisi di sekitar pagar masih ramai oleh mahasiswa yang sedang berolahraga dan latihan mengendarai motor. Namun, tak ada tanda-tanda mencurigakan di sudut pagar tempat korban ditemukan.
Korban Diduga Mahasiswa Asal Alor
Misteri identitas korban sedikit terungkap ketika seorang pria yang datang ke lokasi mengaku mengenali korban. Ia menyebut bahwa korban adalah mahasiswa aktif di Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Unwira, dan berasal dari Kabupaten Alor.
“Saya kenal dia. Nama panggilannya HA,” ungkap pria tersebut, meski menolak menyebutkan identitas lengkapnya kepada media.
Video korban yang sempat diambil warga di lokasi kejadian pun diperlihatkan kepadanya. Setelah melihat tayangan itu, ia meyakini bahwa korban memang orang yang dikenalnya, meski tetap ingin memastikan secara langsung ke rumah sakit.
Seorang dosen perempuan dari Unwira yang turut berada di TKP juga dimintai keterangan oleh warga. Namun hingga saat ini, pihak kampus belum dapat memberikan kepastian apakah korban benar merupakan mahasiswa mereka.
Kuat dugaan, peristiwa ini merupakan kasus bunuh diri. Namun, motif dan penyebab pasti di balik tindakan nekat tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Apakah korban tengah menghadapi tekanan mental, persoalan akademik, masalah pribadi, atau ada faktor eksternal lainnya?
Pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil penyelidikan awal. Sementara itu, Info Terkini masih berusaha melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada Kapolres Kupang maupun pihak Rektorat Unwira.
Tragedi ini membuka kembali wacana pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental di lingkungan kampus. Tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga masalah pribadi sering kali tak terlihat oleh lingkungan sekitar, hingga akhirnya berujung pada tragedi
Peristiwa malam Jumat ini tidak hanya menyisakan duka mendalam, tetapi juga meninggalkan berbagai pertanyaan. Siapa sebenarnya korban? Apa penyebab ia memilih mengakhiri hidup dengan cara tragis seperti ini? Dan apa yang bisa dilakukan institusi pendidikan dalam mencegah kejadian serupa terulang?
Pihak keluarga besar Universitas Widya Mandira diharapkan segera memberikan pernyataan resmi untuk meredam spekulasi liar yang mulai berkembang di media sosial. Sementara publik menanti hasil penyelidikan polisi yang tengah mengumpulkan berbagai bukti di lapangan.
Kematian tragis di gerbang kampus ini menjadi alarm bagi semua pihak, bahwa di balik gemerlap dunia pendidikan, ada individu-individu yang mungkin sedang berjuang dalam diam. Dan kadang, mereka yang tampak paling kuat adalah yang paling membutuhkan pertolongan.

Tinggalkan Balasan