Kupang,– Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmen nyata dalam merespons keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Maulafa. Pada Selasa (08/03), Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung meninjau sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan parah. Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Kupang, Maxi Dethan.
Peninjauan ini turut diikuti jajaran pejabat kecamatan dan kelurahan, antara lain Camat Maulafa Matheus A.B.H. Da Costa, Lurah Maulafa Yanto Sapay, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud Noftianus Nafi. Hadir pula tokoh masyarakat dan perwakilan warga setempat, seperti Ketua RT 07 Yanson Suilima dan Ketua RW 03 Yerry Tnunay.
Fokus Utama: Perbaikan Jalan dan Drainase
Rombongan mengawali peninjauan dari wilayah RT 07/RW 03, Kelurahan Maulafa, di mana ruas jalan sepanjang kurang lebih 250 meter mengalami kerusakan berat. Jalan ini terletak di tengah kawasan permukiman padat penduduk dan selama ini menjadi akses utama warga. Kerusakan diperparah oleh banjir musiman yang kerap terjadi setiap musim hujan. Aliran air yang deras menggerus lapisan timbunan tanah putih (sertu) yang sebelumnya digunakan warga secara swadaya untuk menutup lubang-lubang jalan.
Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, namun juga menimbulkan keresahan karena air banjir kerap masuk hingga ke halaman rumah penduduk. “Setiap musim hujan kami selalu was-was. Jalan rusak, air masuk sampai ke rumah. Kami sudah berulang kali memperbaiki secara swadaya, tapi tidak tahan lama,” ungkap Ketua RT 07, Yanson Suilima, saat berdialog langsung dengan Wali Kota.
Warga menyambut antusias kehadiran Wali Kota dan rombongan. Mereka memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan aspirasi secara langsung, dengan harapan perbaikan infrastruktur segera direalisasikan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Setelah meninjau RT 07, rombongan melanjutkan pemantauan ke titik krusial lainnya, yakni persimpangan Jalan HTI Maulafa yang menghubungkan RT 05 dan RT 06. Lokasi ini juga mengalami kerusakan berat, dengan kondisi badan jalan yang dipenuhi genangan air dan lubang-lubang besar. Air hujan yang tidak mengalir dengan baik menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua saat jam-jam sibuk.
“Genangan di persimpangan ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi sangat membahayakan keselamatan pengendara. Kami perlu sistem drainase yang berfungsi baik, bukan tambal sulam,” ujar salah satu warga yang ikut dalam peninjauan.
Langkah Konkret Pemerintah
Menanggapi keluhan warga, Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan di lapangan dengan langkah-langkah konkret. Pemerintah tengah menyusun skema penanganan terpadu yang mencakup perbaikan jalan dan pembangunan drainase permanen, dengan prioritas pada titik-titik rawan.
“Kami tidak hanya datang melihat, tapi langsung siapkan solusi. Perbaikan akan dimulai setelah kajian teknis selesai, agar hasilnya tahan lama dan efektif,” tegas Wali Kota.
Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya agar perbaikan infrastruktur dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Dorongan untuk Percepatan Pembangunan
Langkah responsif Pemerintah Kota Kupang ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat setempat. Peninjauan langsung oleh kepala daerah dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam menangani persoalan infrastruktur secara konkret, bukan sekadar retorika.
Dengan hadirnya perhatian dari pemerintah, warga Kecamatan Maulafa kini berharap proyek perbaikan jalan dan drainase benar-benar direalisasikan dalam waktu dekat, mengakhiri keluhan tahunan yang selama ini membayangi.

Tinggalkan Balasan