Kupang – Kota Kupang memasuki babak baru dalam perjalanan birokrasi. Sabtu (30/8/2025), Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi melantik enam pejabat tinggi pratama hasil seleksi terbuka serta empat pejabat administrator (eselon III) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota. Dari tujuh kursi strategis yang diperebutkan, enam kini terisi, sementara satu posisi masih menunggu keputusan lebih lanjut.
Dalam pidatonya, Christian menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar prosesi seremonial. Ia menggambarkannya sebagai tonggak moral yang menentukan arah pelayanan publik.
“Jabatan ini bukan hadiah. Ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab besar. Saya ingin saudara-saudara segera bekerja dengan integritas, berinovasi, dan hadirkan perubahan nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Deretan Pejabat Baru Pemkot Kupang
Enam pejabat tinggi pratama yang dilantik meliputi:
Maxi Dethan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Matheos Maahury – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan
Matheus Da Costa – Kepala Dinas Pertanian
Jackson Jimmy Tunliu – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah
Johanes Assan – Kepala Dinas Sosial
dr. Marsiana Halek – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Sementara posisi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman masih menunggu finalisasi.
Integritas dan Kolaborasi
Dalam arahannya, Christian juga menyinggung pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah. Menurutnya, percepatan pelayanan publik hanya bisa tercapai jika semua pejabat bekerja sebagai satu kesatuan.
“Jangan jadikan jabatan sebagai kendaraan pribadi. Jadikanlah ia kompas untuk melayani rakyat,” tandasnya.
Momentum Reformasi Birokrasi
Pelantikan ini menjadi simbol komitmen Pemkot Kupang untuk memperkuat sistem meritokrasi dan menutup ruang praktik non-profesional dalam penentuan pejabat publik. Pesan moral yang ditekankan Wali Kota dianggap sebagai pengingat keras bahwa birokrasi bukan panggung bagi kepentingan pribadi, melainkan ruang pengabdian bagi masyarakat.
Dengan wajah baru di kursi strategis, publik kini menaruh harapan pada birokrasi Kota Kupang: lebih responsif, lebih bersih, dan lebih inovatif.

Tinggalkan Balasan