23 Tahun Menetap, Puluhan Eks Pengungsi Timor Timur di TTS Memohon Presiden Prabowo Selamatkan Kampung Mereka

TTS — Puluhan Kepala Keluarga (KK) eks pengungsi Timor Timur yang telah bermukim lebih dari dua dekade di kawasan Pasar Kapan, Desa Obesi, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), kini menghadapi ancaman penggusuran. Warga meminta perhatian langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk memastikan mereka tidak kehilangan tempat tinggal yang telah mereka bangun sejak 23 tahun lalu.

Amelia Dorego (57), salah satu perwakilan warga, menyampaikan kegelisahan komunitas tersebut. Ia mengatakan, mereka menempati kawasan itu secara turun-temurun sejak pertama kali mengungsi dari Timor Timur pada awal tahun 2000-an. Namun belakangan, mereka mendapat informasi bahwa lahan tersebut akan ditertibkan dan dibebaskan, sehingga puluhan keluarga terancam kehilangan rumah tanpa solusi yang jelas.

Saya mohon kepada Bapak Presiden Prabowo, tolong kami,” ujar Amelia dengan suara bergetar kepada media, Selasa (09/12/2025). “Kami sudah tinggal di sini selama 23 tahun. Kami membesarkan anak-anak di sini. Kalau kami digusur tanpa ada tempat lain, kami harus ke mana?”

Warga mengaku tidak menolak pembangunan yang direncanakan pemerintah daerah, namun meminta kejelasan status tempat tinggal dan jaminan relokasi yang layak. Sejumlah tokoh masyarakat juga menegaskan bahwa selama dua dekade mereka berusaha mandiri, membangun rumah, sekolah, dan tempat ibadah secara swadaya.

Situasi ini memunculkan keprihatinan luas, sebab komunitas eks pengungsi Timor Timur telah lama menjadi bagian penting dari keberagaman sosial di wilayah TTS. Mereka berharap Presiden Prabowo turun tangan memberikan kebijakan yang manusiawi, mengingat masalah lahan eks pengungsi telah menjadi isu berulang selama puluhan tahun.

“Harapan kami hanya satu: jangan biarkan kami kembali terusir dari tempat yang kami anggap rumah sendiri,” kata Amelia.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kejelasan dari pemerintah daerah dan berharap permohonan mereka segera sampai ke meja Presiden.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *