Kupang,— Ikatan Keluarga Besar Flobamorata (IKBF) menjadikan perayaan Natal dan Tahun Baru bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan ruang merawat persaudaraan lintas latar belakang.
Perayaan yang digelar di Naimata, Kota Kupang, Sabtu, 10 Januari, menjadi peneguhan nilai iman, kebersamaan, dan toleransi di tengah masyarakat yang majemuk.
Natal keluarga ini telah menjadi tradisi turun-temurun IKBF sejak 2015. Setiap tahun, perayaan dilaksanakan secara bergiliran dari satu rumah ke rumah lainnya, berdasarkan kesepakatan bersama keluarga besar.
Pola ini dipertahankan sebagai simbol kesederhanaan sekaligus kedekatan emosional antaranggota keluarga.
Ketua Peguyuban IKBF Kanisius Punang mengatakan, pelaksanaan Natal tahun ini merupakan bagian dari agenda rutin yang telah disepakati bersama seluruh anggota IKBF.
“Ini bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga ruang untuk mempererat ikatan kekeluargaan, menjaga adat, dan merawat persaudaraan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi,” kata Kanisius dalam sambutannya.
Menurut Kanisius, Natal Keluarga Besar IKBF memiliki makna sosial yang kuat. Selain sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan, perayaan ini menjadi sarana berbagi kasih di antara sesama anggota keluarga, sekaligus memperkuat silaturahmi di tengah kesibukan masing-masing.
Momentum Natal, lanjut Kanisius, sengaja dirancang sederhana namun bermakna. Seluruh anggota keluarga duduk bersama, makan bersama, dan saling menguatkan tanpa sekat status sosial, usia, maupun latar belakang.
“Di sinilah nilai Natal itu hidup. Kami ingin tetap menjadi satu keluarga besar yang saling menopang, saling menguatkan, dan berjalan bersama,” ujarnya.
Perayaan Natal IKBF juga mencerminkan semangat kebersamaan lintas etnis, ras, suku, dan agama yang telah lama tumbuh dalam keluarga besar Flobamorata.
Di tengah tantangan individualisme dan fragmentasi sosial, tradisi ini menjadi pengingat bahwa harmoni dapat dirawat dari lingkup paling sederhana: keluarga.
Natal keluarga IKBF bukan hanya perayaan tahunan, tetapi juga pernyataan sikap—bahwa persaudaraan, iman, dan toleransi adalah fondasi yang harus terus dijaga dalam kehidupan bermasyarakat.(Arnold).

Tinggalkan Balasan