Kupang, – Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie, menyebut bahwa Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai salah satu basis kekuatan strategis partai di masa depan. Dalam Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI NTT di Hotel Harper Kupang, Jumat (12/6/2026), Grace menyebut NTT harus bertransformasi menjadi “Kandang Gajah” baru bagi PSI, sejajar dengan basis kuat partai di Jawa Tengah.
“Jika selama ini Jawa Tengah dikenal sebagai kandang gajah PSI, maka NTT juga harus bisa menjadi kandang gajah. Lebih spesifik lagi, NTT akan menjadi kandangnya ‘anak-anak gajah’—generasi muda yang progresif, inklusif, dan siap memimpin perubahan,” tegas Grace Natalie.
Strategi “Gerilya Desa”: Menjemput Verifikasi 2029
Deklarasi ini bukan sekadar retorika. Grace menekankan bahwa untuk mewujudkan ambisi tersebut, PSI akan melakukan penetrasi struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah: desa dan kelurahan. Langkah ini diambil sebagai respons strategis menghadapi tantangan verifikasi partai politik menjelang Pemilu 2029.
“Kita tidak bisa hanya kuat di kota. Kekuatan sesungguhnya ada di akar rumput. Kita harus hadir di setiap desa, mendengarkan keluhan warga, dan menawarkan solusi nyata. Struktur yang solid hingga level kelurahan adalah kunci kita lolos verifikasi dan memenangkan hati rakyat di 2029,” ujarnya.
Strategi ini menandai pergeseran taktik PSI dari yang sebelumnya lebih dominan di perkotaan dan kalangan milenial, kini merambah ke wilayah-wilayah strategis di Indonesia Timur dengan pendekatan yang lebih masif dan terorganisir.
Di sela-sela konsolidasi di NTT, Grace Natalie juga mengonfirmasi langkah politiknya untuk Pemilu 2029. Ia menegaskan komitmennya untuk kembali maju sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jakarta.
Keputusan ini menunjukkan dualitas strategi Grace: memperkuat basis massa di daerah luar Jawa (khususnya NTT) sambil mempertahankan pengaruh politik di pusat kekuasaan (Jakarta). Kehadirannya di Kupang dinilai sebagai sinyal serius PSI untuk memperluas elektabilitas nasional tidak hanya bergantung pada figur sentris, tetapi juga melalui penguatan mesin partai di daerah.
Pemilihan NTT sebagai fokus utama didasari oleh potensi demografi muda yang besar serta kebutuhan akan representasi politik yang bersih dan berbasis kinerja. PSI melihat NTT sebagai laboratorium ideal untuk menerapkan nilai-nilai solidaritas, anti-korupsi, dan meritokrasi yang selama ini menjadi brand utama partai.
“Anak-anak muda NTT punya energi luar biasa. Mereka butuh wadah yang tidak terjebak dalam politik identitas lama, tapi fokus pada isu kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan. PSI hadir untuk itu,” tambah Grace.
Dengan deklarasi ini, PSI mengirimkan pesan jelas kepada peta politik nasional: Partai berlambang matahari terbit tersebut sedang bersiap untuk pertarungan besar 2029 dengan fondasi yang lebih kokoh, tidak hanya di Jawa, tetapi juga di jantung Indonesia Timur.
PSI adalah partai politik modern yang mengusung nilai-nilai toleransi, keberagaman, dan meritokrasi. Didirikan pada 2014, PSI konsisten memperjuangkan kepentingan kaum muda, perempuan, dan kelompok marginal melalui kebijakan yang progresif dan berbasis data.

Tinggalkan Balasan