KUPANG — Berawal dari usaha ritel alat-alat listrik yang dirintis sejak 2021, Sutikno kini terus mengembangkan bisnisnya di Jalan Sam Ratulangi V, Blok 7, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Melalui usaha yang dikelolanya, Sutikno tidak hanya melayani kebutuhan alat listrik rumah tangga, tetapi juga memasok berbagai kebutuhan kelistrikan untuk sektor industri dan sejumlah proyek pembangunan.
“Kami bergerak di ritel alat-alat listrik. Kami menyuplai kebutuhan alat listrik untuk rumah tangga, industri, dan beberapa proyek. Kami juga memasok kebutuhan untuk perumahan subsidi karena ada beberapa kontraktor yang mengerjakan rumah subsidi,” ujar Sutikno.
Dalam mengembangkan usahanya, Sutikno memanfaatkan akses permodalan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Ia pertama kali mengakses KUR pada 2022 dengan plafon Rp50 juta. Saat itu, Sutikno mengaku masih berhati-hati dalam mengambil pembiayaan karena belum memahami sepenuhnya mekanisme KUR.
“Awalnya kami meminjam Rp50 juta karena belum tahu sistem KUR seperti apa. Waktu mulai bisnis, kalau meminjam uang kami juga takut karena ada perhitungannya sendiri. Jadi, kami tidak berani meminjam banyak-banyak,” katanya.
Pembiayaan tersebut kemudian berhasil dilunasi dalam waktu satu tahun. Pada 2023, Sutikno kembali memperoleh pembiayaan sebesar Rp200 juta yang juga telah dilunasi.
Menurut Sutikno, akses pembiayaan dari BRI tidak hanya membantu dari sisi modal, tetapi juga memberikan pendampingan bagi pelaku usaha.
Pendampingan tersebut membantu dirinya memahami pengelolaan usaha, menjaga perputaran modal, hingga melihat peluang untuk mengembangkan bisnis.
“Di saat meminjam itu ada pendampingan dari BRI. Fungsinya membantu usaha untuk melakukan ekspansi agar perusahaan semakin besar,” jelasnya.
Selain KUR, Sutikno juga memperoleh akses pembiayaan melalui program yang diperuntukkan bagi pelaku usaha yang memasok kebutuhan pembangunan rumah subsidi. Program tersebut memberikan fasilitas pembiayaan dengan bunga 6 persen dan plafon hingga Rp1 miliar.
“Karena kami salah satu toko yang menyuplai ke perumahan subsidi, ada program khusus untuk toko-toko yang memasok ke rumah subsidi. Bunganya 6 persen dengan limit yang cukup besar, lebih tinggi dari KUR, yaitu sampai Rp1 miliar,” ungkapnya.
Berdampak pada Ekonomi Keluarga
Perkembangan usaha yang dijalankan Sutikno tidak hanya berdampak pada bisnis, tetapi juga memberikan perubahan positif terhadap kondisi ekonomi keluarganya.
Penghasilan yang semakin stabil membuatnya lebih leluasa memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk membiayai pendidikan anak.
“Sangat membantu pendidikan anak. KUR berfokus pada usaha. Jika usaha semakin besar, rezeki semakin melimpah,” ujarnya.
Sutikno berharap dukungan BRI terhadap pelaku UMKM dapat terus berlanjut. Menurutnya, akses pembiayaan dan pendampingan sangat penting bagi pelaku usaha, khususnya sektor mikro yang sedang berupaya mengembangkan bisnis.
“Saya berharap BRI semakin maju dan tetap bisa mendampingi UMKM agar semakin berkembang dan semakin ekspansi. Karena di BRI ini dukungannya merata sampai ke golongan UMKM bawah. Mereka yang benar-benar mikro juga mendapat support,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan