KUPANG – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) di wilayah Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, resmi berakhir setelah berlangsung hampir satu bulan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa di luar lingkungan kampus. Selama berada di tengah masyarakat, para mahasiswa tidak hanya menjalankan program KKN, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai kehidupan sosial, pelayanan publik, serta dinamika pemerintahan di tingkat kecamatan.
Camat Oebobo, Zet Batmalo, SH,MH., mengatakan kehadiran mahasiswa KKN UMK memberikan manfaat positif bagi berbagai pihak. Menurutnya, proses pembelajaran selama KKN berlangsung secara dua arah, karena mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dari masyarakat, sementara warga dan aparatur sipil negara (ASN) juga dapat membangun interaksi serta berbagi pengalaman dengan generasi muda.
“Dengan adanya mahasiswa KKN UMK di wilayah Kecamatan Oebobo, terjadi proses belajar yang baik. Bukan hanya mahasiswa yang belajar, tetapi masyarakat dan ASN juga mendapatkan pengalaman dari interaksi selama kegiatan berlangsung,” ujar Zet Batmalo kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
KKN Menjadi Ruang Belajar Kehidupan Bermasyarakat
Zet menjelaskan, pengalaman berada langsung di tengah masyarakat memiliki nilai tersendiri bagi mahasiswa. Sebab, berbagai teori yang diperoleh selama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi dapat dipertemukan dengan realitas kehidupan sosial.
Menurutnya, mahasiswa belajar bagaimana membangun komunikasi dengan masyarakat, memahami lingkungan sosial, bekerja sama, serta mengambil bagian dalam kegiatan pelayanan publik.
“Di sinilah mereka belajar arti kehidupan sosial bermasyarakat dan mengambil bagian dalam pelayanan publik. Dari pengalaman itu mereka mendapatkan nilai dan hikmah yang sangat penting untuk proses kelanjutan pendidikan mereka ke depan,” jelasnya.
Ia berharap pengalaman selama hampir satu bulan di Kecamatan Oebobo tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke lingkungan kampus. Sebaliknya, berbagai pembelajaran tersebut diharapkan menjadi bekal untuk membentuk karakter, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kesiapan mahasiswa menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
Camat Oebobo Serahkan Sertifikat
Dalam momentum pamitan mahasiswa KKN UMK yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Oebobo, Camat Oebobo Zet Batmalo didampingi Sekretaris Kecamatan turut menyerahkan sertifikat magang kepada mahasiswa UMK.
Penyerahan sertifikat tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus penanda berakhirnya rangkaian kegiatan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian di wilayah Kecamatan Oebobo.
Suasana pamitan berlangsung penuh keakraban. Para mahasiswa yang selama hampir satu bulan berinteraksi dengan jajaran pemerintah kecamatan dan masyarakat akhirnya harus mengakhiri masa pengabdian mereka.
Bagi pemerintah kecamatan, kehadiran mahasiswa bukan sekadar bagian dari agenda akademik perguruan tinggi. Kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah dan masyarakat dalam membangun pengalaman sosial serta meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan di sekitarnya.
Zet pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KKN UMK atas partisipasi mereka selama berada di Kecamatan Oebobo.
Ia berharap apa yang telah dipelajari dan dilakukan selama KKN dapat menjadi pengalaman berharga yang terus dibawa dalam perjalanan pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.
“Semoga pengalaman yang diperoleh selama berada di Kecamatan Oebobo menjadi bekal bagi mereka. Ilmu yang didapat di masyarakat hendaknya dapat diterapkan kembali dan memberikan manfaat bagi lingkungan di mana mereka berada,” pungkasnya.
KKN Bukan Sekadar Program Kampus
Berakhirnya KKN mahasiswa UMK di Kecamatan Oebobo menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Kehidupan masyarakat, pelayanan publik dan lingkungan pemerintahan juga menjadi ruang belajar yang membentuk karakter mahasiswa.
Melalui KKN, mahasiswa diberi kesempatan untuk memahami secara langsung bahwa keberhasilan pendidikan pada akhirnya bukan hanya diukur dari pengetahuan akademik, tetapi juga dari kemampuan untuk beradaptasi, bekerja sama, melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan