Jalur “NERAKA” Sebau: Akses Provinsi NTT Terputus, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Kubangan Lumpur!

​Soe,– Jalur Kapan-Eban, urat nadi yang menghubungkan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU), kini berubah menjadi jebakan maut. Hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama sepekan terakhir telah meluluhlantakkan ruas jalan Sebau di Desa Bosen, Kecamatan Mollo Utara, hingga nyaris tak bisa dilalui kendaraan.

​Penurunan tanah (land subsidence) yang ekstrem membuat badan jalan sepanjang 10 meter ambles dan membentuk tanjakan terjal nan licin. Kondisi ini memaksa para pengendara bertaruh nyawa demi tetap bisa beraktivitas.

​Potret Kelumpuhan Ekonomi dan Mobilitas
​Jalan yang dulunya merupakan aspal hotmix kini tinggal kenangan. Proyek perbaikan yang mangkrak di masa lalu disinyalir menjadi pemicu rapuhnya konstruksi jalan saat dihantam cuaca ekstrem.

​”Motor mau turun saja setengah mati, harus ditahan orang banyak supaya tidak jatuh. Mobil pun menyerah. Ini satu-satunya akses kami menuju Kota Soe. Kalau tidak diperbaiki, kami terisolasi,” ujar Magel Tohana, warga Desa Bijeli yang terjebak di lokasi, Rabu (29/4/2026).

​Potret warga yang harus saling bahu-membahu mendorong kendaraan di atas lumpur tebal menjadi pemandangan harian yang menyedihkan, sekaligus memicu kemarahan publik di media sosial.

​Dinas PUPR: “Kami Terkepung Belasan Titik Longsor”

​Pemerintah Kabupaten TTS mengaku sedang dalam posisi sulit. Kepala Dinas PUPR Kabupaten TTS, Martelens Liu,saat dikonfirmasi awak media menuturkan bahwa status jalan tersebut adalah jalan provinsi. Saat ini, alat berat masih tertahan di titik bencana lain.

​Update Penanganan Darurat:

​Status Jalan: Jalur Provinsi (Kapan – TTS – TTU).

​Penyebab Kerusakan: Intensitas hujan tinggi & kegagalan proyek sebelumnya.

​Posisi Alat Berat: Saat ini masih menangani longsor di Desa Bonleu dan Desa Sono.

​Rencana Tindak Lanjut: Perbaikan bertahap akan segera dilakukan setelah penanganan di Bonleu selesai.

​Urgent: Butuh Intervensi Provinsi!

​Mengingat ada belasan titik longsor yang mengepung Kabupaten TTS, kapasitas pemerintah daerah mulai mencapai titik jenuh. Masyarakat kini mendesak Pemerintah Provinsi NTT untuk segera turun tangan menurunkan bala bantuan alat berat tambahan.

​Tanpa penanganan cepat, jalur Sebau tidak hanya akan memutus akses transportasi, tetapi juga melumpuhkan distribusi logistik dan ekonomi antar-kabupaten di daratan Timor.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *