Kupang,– Krisis air bersih yang masih menjadi tantangan bagi banyak daerah di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat perhatian. Kali ini, Asayama Family Club (AFC) Indonesia menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan senilai Rp2,5 miliar untuk pembangunan 10 sumur bor di enam wilayah di NTT.
Bantuan ini diberikan sebagai bagian dari dukungan AFC terhadap Program Manunggal Air, salah satu program unggulan TNI AD yang bertujuan menyediakan akses air bersih bagi masyarakat di daerah yang mengalami kekeringan. Pembangunan sumur bor ini akan dilaksanakan oleh Korem 161/Wira Sakti Kupang, sebagai wujud sinergi antara TNI dan sektor swasta dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kesepakatan kerja sama pembangunan sumur bor ini telah ditandatangani oleh Komandan Korem 161/Wira Sakti, Brigjen Joao Xavier Barreto Nunes, dalam sebuah acara resmi yang digelar di Hotel Aston Kupang pada Sabtu, 15 Maret 2025. Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Joao Xavier menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada AFC Indonesia atas perhatian besar dan komitmennya dalam mendukung program TNI AD.
“Kehadiran AFC di Indonesia, khususnya di NTT, adalah anugerah dan berkah besar. Kemitraan ini sangat berarti bagi masyarakat dalam memperoleh akses air bersih, yang merupakan kebutuhan mendasar,” ujar Brigjen Joao Xavier.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa bantuan ini akan disalurkan secara tepat sasaran, dengan membangun sumur bor di lokasi-lokasi yang benar-benar mengalami kesulitan air bersih.
Sepuluh sumur bor yang akan dibangun melalui bantuan AFC Indonesia ini tersebar di beberapa kabupaten yang selama ini mengalami kekeringan parah, yaitu:
1. Kabupaten Kupang:
1 unit di Desa Reknamo, Kecamatan Kupang Timur.
2. Kabupaten Sumba Timur:
2 unit di Dusun Binjaya dan Kambatawundu, Desa Kondamara, Kecamatan Lewa.
3. Kabupaten Belu:
2 unit di Dusun Oetfo A dan Oetfo B, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat.
4. Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU):
2 unit di Desa Maubesi dan Desa Letmafo, Kecamatan Insana Tengah.
5. Kabupaten Alor:
2 unit di Desa Fanating, Kecamatan Teluk Mutiara dan Pulau Kepa, Desa Alor Kecil.
6. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS): 1 unit di Desa Oel’Ekam, Kecamatan Molo Utara.
Diharapkan, kehadiran sumur bor ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk kehidupan sehari-hari, pertanian, dan peternakan.
Co-Founder AFC Indonesia, Michael Tampi, menegaskan bahwa kepedulian AFC terhadap NTT tidak hanya terbatas pada penyediaan air bersih. Pihaknya juga memiliki perhatian terhadap berbagai sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan, termasuk penanganan stunting.
“Kita punya hati untuk NTT. Jika ada kebutuhan lain yang mendesak bagi masyarakat, kami akan berusaha membantu,” ungkapnya.
AFC merupakan salah satu perusahaan farmasi tertua dan terbesar di Jepang, berdiri sejak tahun 1969 dan telah mendapatkan sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP). Perusahaan ini dikenal memiliki berbagai produk unggulan di bidang farmasi dan suplemen kesehatan, termasuk Utsukushhii dan Sop Subarashi.
Langkah AFC Indonesia dalam mendukung Program Manunggal Air TNI AD menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dapat menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan mendasar yang dihadapi masyarakat.
Masyarakat NTT kini bisa berharap lebih banyak dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk perusahaan internasional sekelas AFC. Bantuan ini bukan hanya sebatas pembangunan sumur bor, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan komitmen dalam membantu daerah-daerah yang membutuhkan.
“Kita masyarakat NTT harus berbangga menyambut perusahaan berkelas dunia di NTT,” tegas Brigjen Joao Xavier.
Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama, program ini diharapkan mampu membawa perubahan positif dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat NTT.

Tinggalkan Balasan