“Alfridus Bria Seran, Nahkoda Tangguh Hapkido NTT”

Kupang,– Musyawarah Daerah (Musda) Hapkido NTT 2025 resmi menetapkan Alfridus Bria Seran, ST sebagai Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Hapkido NTT periode 2025-2029. Pemilihan berlangsung secara aklamasi, mencerminkan kuatnya dukungan terhadap kepemimpinannya. Namun, di balik euforia ini, tantangan besar membayangi: mampukah Hapkido NTT benar-benar melesat ke level nasional dan internasional bila di tangan Alfridus.

Musda yang digelar di Ruang Rapat KONI NTT ini dihadiri oleh lima Pengda dari berbagai daerah, yakni Sumba Timur, Sabu Raijua, Belu, TTU, dan Kota Kupang. Master Vincentius Suryadi, Direktur Teknis Hapkido Indonesia, turut hadir dan memberikan apresiasi. Namun, apresiasi saja tidak cukup—Hapkido NTT butuh lompatan besar dalam pembinaan atlet dan kompetisi yang lebih masif agar tidak sekadar menjadi organisasi seremonial tanpa torehan prestasi konkret.

Kepemimpinan Alfridus Bria Seran yang berlanjut ke periode kedua ini menandakan adanya kepercayaan kuat dari internal organisasi. Namun, kepercayaan tanpa inovasi hanya akan menjadi stagnasi terhadap stabilitas. Hapkido NTT harus membuktikan bahwa regenerasi atlet, peningkatan kompetisi, serta ekspansi ke daerah-daerah yang belum tersentuh bisa berjalan lebih agresif. Hapkido NTT Harus Lebih dari Sekadar Wacana

Dalam sambutannya, Alfridus menegaskan komitmennya untuk membangun pembinaan atlet yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Namun, tantangan terbesar adalah implementasi yang nyata, bukan sekadar agenda normatif yang berulang setiap periode.

“Dukungan dari seluruh jajaran pengurus dan para pelatih sangat penting. Bersama-sama kita akan memajukan Hapkido di NTT dan mengharumkan nama daerah,” ujar Alfridus dengan optimisme. Namun, optimisme tanpa langkah konkret hanya akan menjadi retorika kosong. Sudah saatnya Hapkido NTT menunjukkan hasil, bukan sekadar wacana.

Hapkido bukan sekadar olahraga bela diri; ia adalah kebanggaan, prestasi, dan strategi pembinaan yang harus dikawal dengan serius. NTT punya potensi besar, tetapi tanpa langkah nyata dalam hal kompetisi berkala, dukungan finansial yang kuat, dan akses ke ajang nasional, Hapkido NTT hanya akan menjadi sekadar organisasi dengan jabatan-jabatan tanpa dampak signifikan.

Kini, semua mata tertuju pada Alfridus Bria Seran. Mampukah ia membawa Hapkido NTT ke puncak kejayaan,  hanya waktu akan menjawab.( ***)

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *